PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Curahan Hati Sairul Pasaribu (33), terduga pelaku pembunuhan Nursakinah Hasibuan (30) di Desa Hapung diduga cinta mati terhadap korban. Dilihat dari postingan media sosial tiktok dengan akun @bgpasaribu72 (bg pasaribu 69), beredar foto mereka berdua, yang disematkan kata-kata cinta.

Seperti “Jika cemburuku dianggap benalu, akan kupastikan setiaku bukan milikmu lagi”. Lalu dipostingan lainnya “Dia adalah seorang yang tak bisa kusebut sebagai milikku didepan orang. Dia adalah sosok yang berhasil meluluhkan hatiku, dia bisa buat aku sosok yang paling bahagia dengan caranya dia bisa buat sedih juga. Sikapnya bisa dingin juga bisa menghangatkan, sosok orang yang susah ditebak, dia juga punya cara yang unik menunjukkan rasa sayangnya padaku” begitu caption postingan SP, berlatarkan foto berdua dengan korban.

Dan postingan yang diunggah Dua tahun lalu itu kini ramai dikunjungi netizen.

/Pelaku Diduga Terpengaruh Sabu/ 

Pelaku SP, diduga kuat sudah terpengaruh memakai narkoba jenis Sabu. Hal itu diungkapkan Guntur Hasibuan, Raja Luat Ulu Sosa, yang tahu betul seluk beluk pelaku.

Kata Guntur, pelaku selama ini lajang berprofesi tukang dodos sawit. Tergolong baik, tutur berkata baik, dan hormat kepada orang tua/ yang lebih tua.

Namun belakangan berkembang rumor di masyarakat, pelaku diduga kuat sudah terpengaruh memakai narkoba. Pengaruh narkoba itu juga diduga pemicu pelaku tega melakukan perbuatan pembunuhan tersebut.

“Dan sudah saya sarankan kepada abangnya untuk menyerahkan diri,” ujar Guntur yang terkejut dengan peristiwa nahas itu.

Sebelumnya, Nursakinah Hasibuan (30), warga Desa Hapung Kecamatan Ulu Sosa Padang Lawas, seorang janda tewas ditangan lelaki yang diduga kekasihnya, Kamis (28/8) sekira pukul 10.30 WIB. Korban mengalami luka tusukan benda tajam (Pisau, red) hingga berkali-kali.

Pelakunya SP (33) yang melarikan diri usai melakukan aksinya. Korban diketahui berstatus janda, meninggalkan Dua orang anak.

Sementara pihak kepolisian belum ada memberikan keterangan akan kasus ini. Kasat Reskrim AKP Raden Saleh Harahap yang dihubungi masih low respon. Pun Kapolres AKBP Dodik Yuliyanto SIK yang mengarahkan perkembangan kasus melalui Kasat.

“Langsung aja ke Reskrim ya,” tulis Kapolres lewat pesan WA. (Parningotan Aritonang)