PADANG LAWAS, hariantabagsel.com- Gasing Academy menggelar pelatihan metode pembelajaran di Kabupaten Padang Lawas. Selama 15 hari penuh, tiap satu guru dengan dua anak didik masing-masing sekolah gembira mengikuti pembelajaran ini, terhitung sejak 19 Agustus-04 September 2025.

Waktunya mulai pukul 08.00 WIB- 17.00 WIB. Hanya waktu Ishoma peserta diberikan break. Dan Kamis (4/9) kegaiatan yang berlangsung selama 15 hari ini berakhir.

Pelatihan dipusatkan di Yayasan Ahlul Quran Indonesia (Yaqi) yang juga MIS/MIT Ahlul Quran Hasahatan Jae Kecamatan Barumun Baru. Dengan Tagline ‘Padang Lawas Malo Maretong’, giat yang dinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Padang Lawas ini, mendatangkan Trainer dari Jakarta dibawah asuhan Prof Johanes Surya Gasing Academy. Metodenya gembira, asyik, dan menyenangkan (gasing). Tentunya tidak monoton. Belajar dengan gembira.

Dengan begitu, metode pembelajaran mudah diserap.

Nur Royhana Hasibuan, Guru 0102 Sibuhuan mengaku cukup menyenangkan metode yang diterapkan Gasing Academy ini. Biasanya pelajaran matematika penghitungannya dimulai dari belakang, sedang metode gasing dari depan ke belakang.

“Cukup mudah diterima. Jadi setiap guru yang mengikuti, langsung dipraktekkan terhadap anak-anak. Ini pengalaman yang luar biasa, mudah-mudahan metode ini bisa diterapkan di Padang Lawas,” kata Royhana.

Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan SE (PMA) menyarankan agar metode ini diperhatikan efektif atau tidak penerapannya terhadap peserta didik. Jika efektif, harapannya dapat dilanjutkan ke depan.

“Utamanya terhadap guru-gurunya terlebih dahulu,” ujar PMA.

Ini juga sejalan dengan visi misi Bupati, dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Seiring nantinya penerapan pelajaran muatan lokal “Tano Adat Digomgom Ibadat”.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bukan saja metode gasingnya yang menarik, bahkan pendekatannya terhadap anak-anak. Itu tadi Saya lihat sampe nangis anak-anak karena mau berpisah dengan para trainer,” tandad Bupati sekaligus menutup giat tersebut.

Perlu diketahui, giat ini resmi ditutup setelah melalui rangkaian pembelajaran sejak 19 Agustus-04 September. Giat ini diikuti 31 guru dan 62 siswa. Diakhir kegiatan ini, Bupati turut menyerahkan cendramata kepada para trainer sebagai bentuk kenang-kenangan. (Parningotan Aritonang)