PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti tingginya inflasi di sejumlah daerah, dalam rapat bersama kepala daerah, Senin (6/10/2025). Salah satu di antaranya Kota Padangsidimpuan. Namun, hal itu disebut juga karena dampak rendahnya perhatian pemerintah pusat, utamanya pada infrastruktur jalan.
Pendiri Tabagsel Institute, Muhammad Iqbal Harahap mengatakan, di antara nama kota yang angka inflasinya tinggi berada di belahan pantai barat Sumatra. Di antaranya Padangsidimpuan, Sibolga dan Bukit Tinggi. Daerah yang dianggap minim perharian pusat.
“Sibolga, Psp, Bukittinggi. Tiga kota bersejarah di pantai barat Sumatra. Namun, minim perhatian pemerintah pusat. Dan berada jauh dari pusat ibu kota dan industri di pantai timur Sumatra, 400 kilometer dari Medan dan Pekanbaru. Yang tentunya secara ongkos logistik, mahal,” jelas pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatra Utara ini.
Mantan dosen ekonomi ini mengatakan, inflasi mempunyai dampak serius bagi masyarakat khususnya yang berpendapatan tetap. Apalagi pekerja harian yang pendapatannya tidak menentu. Di mana harga akan semakin mahal dan menurunkan daya beli masyarakat.
“Kemiskinan akan bertambah dan ini membahayakan bagi kita semua,” katanya.
Karena itu, kata pengusaha di bidang hasil bumi ini, pemerintah seharusnya memperhatikan infrastruktur jalan yang tidak memadai, dan belum terhubung secara langsung antar pusat industri dan sentra produksi hasil bumi di daerah, khususnya wilayah pantai barat Sumatra.
“Pemerintah harus membangun jalan tol dan jalur kereta api dari ketiga kota tersebut ke Medan dan Pekanbaru sebagai ibu kota sekaligus daerah industri, untuk menurunkan ongkos logistik ke tiga daerah tadi,” katanya.
Menurutnya, pemerintah dari pusat hingga daerah harus menyelesaikan secara struktural dan sistemis. Dengan pekerjaan pertama, pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar daerah.
“Setelah jalan tol dan kereta api dibangun baru kita bicara sentra produksi barang dan jasa, khususnya pertanian dan palawija. Dengan adanya konektivitas yang baik akan meningkatkan produktivitas dan bisa sinergisitas antar daerah,” katanya.
Menurut Iqbal, apa pun upaya menekan inflasi ini muskil akan berhasil jika pembangunan yang menghubungkan sentra produksi dengan pusat industri tidak terbangun.
“Sampai hari kiamat pun kita tidak bisa bicara lebih lanjut, kalau PR pertama soal infrastruktur yang baik tidak selesai dituntaskan. Ini bukan tugas mudah, tapi bisa diselesaikan kalau pemerintah pusat serius dan fokus,” tuntasnya. (Rel-HT)


