PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Korban pembacokan yang diduga aksi begal di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dirujuk dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Putri Hijau di Medan.

“Korban masih hidup dan sudah dirujuk. Dan saat ini sedang dalam perjalanan dengan ambulance menuju rumah sakit Putri Hijau di Medan,” ujar direktur RSUD Aek Haruaya dr Wanda Siregar, Minggu (16/11) sekitar pukul 19.00 Wib.

Hal senada disampaikan oleh dokter RSUD Aek Haruaya yakni dr Abriyanti Batubara yang menyebutkan bahwa pasien kirban diduga begal sudah dirujuk ke Rumah Sakit Putri Hijau di Medan.

“Pasien diberangkatkan tadi siang sekitar pukul 14.30 Wib menuju Rumah Sakit Putri Hijau di Medan. Baru saja kita telepon supir ambulance dan perawatnya, pasien masih hidup lho pak. Saat ini masih dalam perjalanan,” terangnya, Minggu (16/11) sekitar pukul 19.05 Wib.

Sebagai informasi, seorang pria dengan nama Muhammad Siregar (45) diduga menjadi korban aksi begal dan ditemukan warga dengan kondisi penuh luka pada Sabtu, 15 November 2025 sekitar pukul 18.30 Wib di jalan lintas wilayah Desa Pangirkiran, Kecamatan Hulu Sihapas.

Korban yang sempat dirawat di RSUD Aek Haruaya dan diketahui berprofesi sebagai pedagang sate keliling merupakan warga desa Batu Nanggar, kecamatan Batang Onang.

Kapolres Tapsel, AKBP Yon Edi Winara melalui Kasat Reskrim, AKP Hardiyanto membenarkan bahwa korban masih hidup.

“Korban masih hidup,” ujar Kasat ketika di konfirmasi, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 20.58 Wib. (Rel-HT)