MANDAILING NATAL, hariantabagsel.com– Puluhan hektar sawah di Desa Tangga Bosi terendam banjir akibat hujan seharian, Seni. (24/11). Selain itu juga terjadi longsor di Dusun Lubuk Sihim, Desa Muara Batang Angkola.
Camat Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sudarajat Putra Batubara dalam keterangannya melalui selulernya, Senin (24/11) sore, mengatakan, terjadi banjir di areal pertanian warga Desa Tangga Bosi, Senin (24/11), di Desa Tangga Bosi III.
Katanya banjir terjadi pada hari ini senin tanggal 24 Nov 2025 sekitar pukul 11.30 WIB. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Aek Badan, yang mengalami peningkatan debit air cukup signifikan akibat tingginya intensitas hujan selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut, menyebabkan arus sungai melampaui kapasitas dan memutuskan dek penahan sungai di salah satu titik rawan.
Dampak yang ditimbulkan, menurut Camat Siabu, lahan pertanian terendam seluas kurang lebih 40 hektar, kemudian tanaman padi milik petani yang terdampak merupakan padi berumur 10 Hari Setelah Tanam (HST), serta kerusakan pada dek penahan sungai yang berfungsi menahan arus saat debit meningkat.
“Tidak ada korban jiwa namun aktivitas pertanian masyarakat terganggu secara signifikan,” ungkapnya.
Masih kata Putra, upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Siabu bersama Kordinator Pertanian dan Pemerintah dyesa telah melakukan pengecekan lapangan dan pendataan awal kerusakan dan seterusnya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mandailing Natal untuk tindak lanjut dan kebutuhan penanganan darurat.

Camat Siabu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan dan berharap perbaikan darurat pada bagian dek penahan sungai yang rusak, dan bantuan kepada petani terdampak untuk mengurangi risiko gagal tanam serta dukungan peralatan dan personel untuk penanganan lanjutan di lapangan.
Masih dalam kesempatan yang sama, Camat Siabu, Sudarajat Putra membeberkan kejadian longsor di Dusun Lubuk Sihim,Desa Muara Batang Angkola, Dusun Lubuk Sihim, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, pada Senin, 24 November 2025 sekitar pukul 12.00 WIB.
Kata Camat Siabu hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak kemarin menyebabkan meningkatnya volume dan arus anak sungai di samping rumah warga. Arus deras membawa kayu serta bebatuan, sehingga menimpa bagian sisi rumah dan menggerus tanah pondasi. Kondisi tersebut menyebabkan rumah warga hampir roboh dan menimbulkan kerusakan cukup berat.
Masih kata Camat, adapun dampak dan kerusakan yang tercatat di lokasi adalah 1 unit rumah/warung kopi milik Mahmud Ali Hasibuan mengalami kerusakan pada bagian belakang rumah dan bagian samping kiri rumah dan Kehilangan pakaian dan hasil pertanian berupa kemiri ±300 kg yang hanyut terbawa arus.
“Akses menuju Dusun Lubuk Sihim saat ini sangat sulit dilalui kendaraan karena banyak titik jalan yang mengalami longsor sepanjang jalur menuju dusun,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Siabu telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta meninjau lokasi, begitu juga masyarakat setempat melakukan upaya pembersihan dan penyelamatan barang yang masih memungkinkan.
“Kita masih Menunggu tindak lanjut BPBD dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan serta pembukaan akses jalan,” katanya. (Rel/Zakaria Siregar-HT)
