PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Suasana duka menyelimuti Kota Padangsidimpuan atas berpulangnya seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Zulfadli Hidayat Nasution, yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (14/01/2026). Peristiwa ini menjadi duka bersama yang tidak pernah diharapkan terjadi oleh siapa pun.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Kehadiran Wali Kota menjadi penguat bagi keluarga yang tengah diliputi kesedihan mendalam atas kepergian putra tercinta di usia yang masih belia.
Almarhum diketahui sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dengan berjalan kaki usai beraktivitas. Berdasarkan keterangan warga sekitar, sebelum kejadian almarhum sempat duduk beristirahat sambil menunggu angkutan umum di depan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Namun takdir berkata lain, sebuah pohon tumbang secara tiba-tiba dan menimpa almarhum hingga merenggut nyawanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan menyampaikan bahwa musibah ini merupakan kejadian yang sama sekali tidak pernah diinginkan terjadi. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga almarhum, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Tidak ada satu pun pihak yang menghendaki musibah seperti ini terjadi, terlebih harus merenggut nyawa seorang anak. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Wali Kota dengan nada penuh keprihatinan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan dan perhatian terhadap keselamatan lingkungan. Pemerintah Kota Padangsidimpuan berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah evaluasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kepergian ananda Zulfadli Hidayat Nasution meninggalkan duka mendalam dan doa yang tak putus dari masyarakat. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Letnan.
Sebelum nya diberitakan seorang pelajar SMP di kota padangsidimpuan bernama Zulfadli Hidayat Nasution, tewas secara tragis setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan SM Raja, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (14/01/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi saat Zulfadli duduk menunggu angkot di tepi jalan. Menurut seorang warga setempat, Ilham, pohon yang tumbang berasal dari atas bukit dan roboh akibat tiupan angin kencang.
“Pohon itu roboh tiba-tiba. Hanya beberapa detik angin bertiup, tapi pohon langsung jatuh menimpa korban,” ujarnya.
Sebelum pohon tumbang, Ilham melihat sebuah taksi hendak melintas di lokasi. Ia segera berteriak memberi peringatan agar kendaraan itu berhenti.
“Kami sempat teriak supaya taksi itu tidak lewat, tapi ternyata ada korban yang duduk di bawah pohon. Batang kayu besar langsung menimpa dia,” kata Ilham dengan nada pilu.
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya pohon tua di pinggir jalan, khususnya saat cuaca ekstrem. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pemangkasan atau pengamanan pohon di jalur padat lalu lintas untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Hingga kini, pihak terkait masih mengevakuasi lokasi dan melakukan penanganan darurat. Tragedi ini menambah catatan panjang insiden pohon tumbang di Sumatera Utara, terutama saat musim hujan dan angin kencang.
Kejadian ini menjadi sorotan masyarakat, karena menimpa anak yang sedang menunggu transportasi umum dengan santai. Warga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin pohon di tepi jalan nasional agar tidak ada korban jiwa lagi.
Insiden ini juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi sekitar, terutama di daerah perbukitan dan tepi jalan. Angin kencang meski sebentar, bisa memicu tragedi fatal seperti yang menimpa Fadli. (Sabar Sitompul-HT)

