PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Satu unit pondok istirahat ternak lele milik warga di Kelurahan Sidangkal, Lingkungan 3 Gang Bersinar Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan ludes terbakar pada Rabu malam [20/5/2026]. Peristiwa yang terjadi saat hujan mengguyur kawasan tersebut itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp2 juta.
Kapolsek Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti, S.H., mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.30 WIB. Tim gabungan dari Polres Padangsidimpuan langsung turun ke lokasi untuk melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, api diduga berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan pemilik pondok.
“Pemilik pondok atas nama Hotmartua Harahap, 43 tahun, melakukan pembakaran sampah di dekat pondok. Setelah itu beliau pergi ke warung sebentar. Saat kembali, api sudah membesar dan membakar pondok tersebut. Anehnya, kejadian ini terjadi saat hujan sedang turun di lokasi,” ujar AKP Sulaiman Rangkuti, S.H. saat dikonfirmasi wartawan, Rabu [20/5/2026] malam.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung membantu memadamkan api secara manual menggunakan ember. Upaya tersebut sempat memperlambat laju api hingga akhirnya petugas Damkar Kota Padangsidimpuan tiba di lokasi sekitar pukul 18.10 WIB. Namun saat itu api sudah padam, sehingga armada damkar kembali ke markas.
Polisi telah mengamankan lokasi dengan memasang police line. Dokumentasi dan identifikasi juga dilakukan tim Inafis Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan untuk mengumpulkan bukti awal. Dua saksi, yakni Torkis Saleh Arifin Lubis, 42 tahun, dan pemilik pondok Hotmartua Harahap telah dimintai keterangan.
Pasca kejadian, AKP Sulaiman Rangkuti, S.H. memberikan himbauan penting kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polsek Batunadua Polres Padangsidimpuan agar lebih waspada dan proaktif mencegah kebakaran di lingkungan masing-masing.
“Salah satu perilaku yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran adalah pembakaran sampah sembarangan. Tindakan ini dapat menimbulkan kerugian baik dari segi materi maupun imateriil,” tegasnya.
Menurut Kapolsek, meski saat itu hujan, api tetap bisa membesar jika material di sekitarnya kering dan mudah terbakar. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan bahaya api kecil yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Api kecil bisa cepat membesar apalagi saat angin mulai kencang. Jangan tinggalkan api begitu saja,” imbaunya.
AKP Sulaiman Rangkuti, juga menyampaikan empat tips praktis untuk mencegah kebakaran akibat pembakaran sampah:
1. Menggunakan fasilitas yang disediakan pemerintah daerah untuk memproses sampah, seperti tempat pembuangan sementara dan armada angkut sampah.
2. Menghindari pembakaran sampah di tempat terbuka, terutama yang berdekatan dengan bangunan, kandang ternak, atau lahan kosong.
3. Mencari alternatif pengolahan sampah yang lebih aman, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik serta pembuatan kompos.
4. Melaporkan pelanggaran kepada pihak kepolisian jika melihat adanya pembakaran sampah yang membahayakan lingkungan sekitar.
Kapolsek menambahkan, Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan saat ini masih melakukan lidik pulbaket di lapangan untuk mengumpulkan keterangan tambahan dari warga sekitar. Sementara itu, Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan akan melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Selama proses penanganan, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak panik dan segera menghubungi kepolisian terdekat jika melihat potensi kebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran harus ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan permukiman warga. (Sabar Sitompul-HT)
