PADANG LAWAS hariantabagsel.com– Jumlah status janda di Kabupaten Padang Lawas mengalami peningkatan. Siklus peningkatan itu dilihat dari jumlah perkara perceraian di Pengadilan Agama yang terus naik dari tahun ke tahun.
Informasi yang diterima Harian Tabagsel, Rabu (4/2) dari pihak pengadilan membeberkan jumlah perkara perceraian dari tahun 2024 sampai 2025 lalu. Naik sebesar 2,12 persen.
Disampaikan, bahws sisa perkara tahun 2024 sebanyak15 Perkara. Sementara perkara yang diterima tahun 2025 ada 769 Perkara, dengan Total perkara yang ditangani tahun 2025 sebanyak 784 perkara.
Dari jumlah tersebut, Perkara yang diputus tahun 2025 berjumlah 766 perkara (97,70%). Dan menyisakan perkara tahun 2025 sebanyak 18 perkara (2,30%).
Selain perceraian, perkara lain juga dinilai cukup signifikan ditangani. Beberapa kasus perkara tersebut tentunya ranah di pengadilan agama. Dimana tahun-tahun sebelumnya, perkara hanya didominasi perkara Istbat nikah.
Adapun jenis-jenis perkara yang diterima tahun ini, 1.Perceraian sebanyak 406 perkara yang terdiri dari 95 cerai talak dan 311 cerai gugat, 2. Pengesahan Perkawinan/Istbat Nikah sebanyak 319 perkara, 3. Penetapan Ahli Waris sebanyak 10 perkara, 4. Dispensasi Kawin sebanyak 8 perkara, 5. Asal-Usul Anak sebanyak 6 perkara, 6. Sengketa Waris/ Kewarisan sebanyak 5 perkara, 7.Pembagian Harta Bersama sebanyak 3 perkara, 8. Penguasaan Anak sebanyak 3 perkara, 9. Gugatan Mahar/ Pengembalian Mahar sebanyak 3 perkara, 10. Perwalian sebanyak 2 perkara, 11. Wali Adhol sebanyak 2 perkara, 12. Hak-Hak Bekas Istri sebanyak 1 perkara, 13. Gugatan Hibah sebanyak 1 perkara.
“Penerimaan perkara tahun 2025 mengalami kenaikan sebanyak 2,12% (16 perkara) dibanding tahun 2024 yang menerima perkara sebanyak 753 perkara.
Kenaikan jumlah perkara terjadi pada kasus perceraian, dimana ada peningkatan sebanyak 33,99% (103 perkara), yang mana pada tahun 2024 jumlah perkara perceraian sebanyak 303 perkara.
Pada tahun-tahun sebelumnya, perkara di PA Sibuhuan didominasi oleh Pengesahan Perkawinan/Istbat Nikah akan tetapi pada tahun 2025 didominasi oleh perkara perceraian, yaitu sebanyak 52,80% sedangkan perkara Perkawinan/Istbat Nikah untuk tahun ini sebanyak 41,48%. Jika dibandingkan dengan tahun 2024 dengan jumlah perkara Perkawinan/Istbat Nikah sebanyak 419, maka untuk tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 23,87%,” terang Ketua PA, Bainar Ritonga SAg MH melalui Muhammad Sarkawi Siagian SH, panitera pengadilan agama sibuhuan. (Parningotan Aritonang-HT)


