TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Peresmian pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk 186 KK yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Tandihat Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan beberapa waktu lalu dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) siang di Kelurahan Simarpinggan.
Acara peresmian tersebut dihadiri secara langsung Mentri Dalam Negeri, Prof. Drs. Muhammad Tito Karnavian, BA, MA, Ph.D, Kepala BNPB, Dr. Suharyanto, S.Sos, MM didampingi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, SE, MM, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA, Anggota DPRD Sumut 7, Abdul Rahim Siregar, ST, MT, dan sejumlah Forkopimda di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Bagi masyarakat Desa Tandihat hari ini adalah hari yang bersejarah karena setelah kurang lebih 2 bulan mereka tinggal di posko pengungsian dan kini mereka bisa tinggal di Huntara untuk sementara waktu. Acara ini juga menjadi langkah awal untuk menata hidup kembali ke masa depan.
Salah satu warga Desa Tandihat, Rosanna Sihombing (30) mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Presiden Prabowo dan jajarannya yang sudah membangun Huntara untuk mereka pasca bencana alam.
“Sonang (senang) dan bahagia dapot kami tinggal dison (bisa kami tinggal disini), dan berkumpul bersama, leng menyatu sudena dison (semua bersatu disini,” ucapnya bahagia kepada Harian Tabagsel saat diwawancarai langsung.
Rosanna juga mengatakan mereka semua mulai memasuki Huntara sejak sepekan lalu dan semuanya sudah berada disini dan tidak ada lagi di posko pengungsian.
Warga lainnya Masdawati Nasution (59) seorang ibu dari empat anak ini juga mengucapkan hal yang senada yakni ucapan terimakasih kepada pemerintah semuanya atas pemberian hunian sementara ini.
“Anak saya semuanya diperantauan, sehingga saat ini saya terkendala untuk pergi ke kebun karena jarak tempuh kesana butuh sekitar 30 menit, sedangkan suami saya sudah meninggal,” ucapnya dengan mimik wajah sedih.
“Akan tetapi kami harus semangat menjalani kehidupan ini, karena semuanya sudah suratan dari sang kuasa,” tambahnya.
Nurliani Harahap (65) Ibu rumah tangga yang dulu tinggal di sekitar kantin sekolah di Desa Tandihat bercerita bahwa mereka semua tak menyangka musibah tanah bergerak menimpa perkampungan mereka.
“Kejadian itu perlahan, akan tetapi tanah terus bergerak dan retak sehingga perkampungan semuanya amblas”, ujarnya.
Kepala Desa Tandihat, Ranto Panjang Sipahutar ketika dikonfirmasi wartawan juga mengucapkan rasa terimakasih atas bantuan Huntara bagi mereka semua.
“Alhamdulillah, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Tandihat berterimakasih atas bantuan Pemerintah mulai dari Pemerintahan Pusat, Provinsi, Kabulaten dan kecamatan atas segala bantuannya,” ucap Kades.
Sementara itu, salah satu Anggota DPRD Sumatera Utara Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 7 Abdul Rahim Siregar, ST, MT saat dikonfirmasi Harian Tabagsel mengatakan, selaku Anggota DPRD Sumut sangat mengapresiasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Simarpinggan untuk penduduk Desa Tandihat, minimal ini dapat mengurangi beban masyarakat.
“Tentunya ekspektasi/harapan kita mendiami Huntara ini tidak lama, saya yakin masyarakat ingin langsung mendapatkan Hunian Tetap (Huntap),” katanya.
Abdul Rahim Siregar, ST, MT anggota DPRD Sumatera Utara (Fraksi PKS) yang merupakan putra asli Tabagsel juga menyampaikan pesan dan harapan kepada Masyarakat Desa Tandihat.
“Harapan saya agar masyarakat yang sudah dibangun Huntara Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi langkah awal untuk memulai hidup baru, dan sepertinya Pemerintah Pusat dan Daerah juga dapat memikirkan lapangan Pekerjaan dan juga sektor Ekonomi untuk masyarakat,” harapnya.
Anggota DPRD Sumut 7 Abdul Rahim Siregar, ST, MT juga menegaskan akan terus mengawal pembanguan Hunian Tetap (Huntap) untuk masyarakat Desa Tandihat.
“Saya sebagai wakil rakyat dari dapil Sumut 7 (Tabagsel), akan terus mengawal segera direalisasikannya Huntap, dan ini tentunya untuk kenyaman dan kepastian dalam menjalani kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Amatan dilapangan, acara peresmian Huntara juga dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj serta penyambutan bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Kini, warga Desa Tandihat tak perlu khawatir lagi untuk menyambut bulan suci ramadhan karena Huntara telah usai dibangun dan diresmikan pemerintah. (Saipul Bahri Siregar/HT)
