PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Harapan masyarakat Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara untuk mendapatkan aliran air dari bendungan dan irigasi Kelurahan Batunadua Julu pupus sudah, pasalnya hasil swadaya masyarakat memperbaiki bendungan dan irigasi tersebut kembali diterjang longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Padangsidimpuan, Sabtu (7/2/2026).
“Melalui swadaya, beberapa hari ini kepala desa bersama masyarakat sama-sama melakukan perbaikan atas kerusakan bendungan dan irigasi di Kelurahan Batunadua Julu tersebut, tapi apa daya, hasil pengerjaan swadaya ini pupus sudah dikarenakan TPA Batu Bola kembali longsor yang mengakibatkan pengerjaan swadaya ini kembali tertimbun longsor tanah,” ucap Camat Padangsidimpuan Batunadua, Antoni kepada media ini melalui telepon selulernya.
Camat juga mengungkapkan, dengan melibatkan alat berat, pengerjaan swadaya bendungan dan irigasi tersebut hampir rampung. Tapi hari ini, pengerjaan bendungan dan irigasi tersebut kembali ditimbun tanah, dan kejadian terus berlangsung berulang ulang akibat tanah longsor dari TPA tersebut.
Menurutnya, permasalahan untuk perbaikan bendungan dan irigasi tersebut tidak lepas dari keberadaan dari lahan TPA tersebut, mengingat keberadaan lahan TPA ini tepat berada diatas lahan bendungan dan irigasi tersebut.
Kepada media ini pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan sampai saat ini masih memantau dilokasi longsor, karena beberapa tebing lahan TPA ini masih rawan longsor susulan.
Selanjutnya, dalam keterangannya, Camat mengungkapkan atas kejadian bencana longsor tersebut tidak ada korban jiwa.
Ditempat terpisah, salah satu masyarakat mengungkapkan bahwa penanganan bendungan dan irigasi ini perlu perhatian khusus dari pemerintah Kota Padangsidimpuan dan juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mengingat, keberadaan bendungan dan irigasi ini dapat meningkatkan ketersediaan air bagi sektor pertanian serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
“Kami minta tolong ya Pak Wali Kota dan juga Pak Gubernur Sumatera Utara, supaya nasib kami diperhatikan, karena saat ini kami masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sangat memerlukan air untuk hidup, apalagi saat ini dikarenakan pasokan air tidak ada, lahan pertanian kami tentunya gagal panen,” papar Godang.
Dirinya juga meminta kepada Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk serius terhadap penanganan atas lahan TPA Batu bola ini, apalagi lahan TPA Batu bola ini merupakan permasalahan utama untuk perbaikan bendungan dan irigasi tersebut.
Tidak itu saja, Godang juga mengungkapkan, bahwa akibat longsor ini mengakibatkan aliran air disekitar tercemar dari limbah TPA Batu Bola ini yang tentunya berdampak untuk kesehatan masyarakat. (Rahmat Efendi Nasution)
