TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Derasnya debit air Sungai Batangtoru, menyebabkan tanggul sementara yang sebelumnya selesai dikerjakan, pascabencana 25 November 2025 lalu, jebol, Senin (16/2/2026).

Akibatnya, ratusan rumah warga yang berada di beberapa desa di dekat pinggiran aliran sungai kembali banjir.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 19 Siais Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Kapten Infanteri Halasson Sirait mengatakan, banjir kembali melanda beberapa dusun/kampung di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Selasa (17/2/2026).

“Akibat jebolnya tanggul Sungai Batang Toru tepatnya di Dusun Benteng Sukamaju Taman Sari, Desa Hapesong, mengakibatkan banjir di daerah itu. Juga, banjir di Desa Bandar Tarutung,” ucap Sirait, lewat pesan singkat, Selasa (17/2/2026). 

Sirait menjelaskan, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, sejak Senin (16/2/2026) siang hingga malam.

Selain karena tanggul jebol, luapan dan derasnya debit air dari Sungai Batangtoru dan Sungai Malombu, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam.

“Ketinggian air 50‐80 sentimeter. Sedikitnya 100 KK terdampak banjir, dan tidak ada korban jiwa. Air mulai naik dan menggenangi rumah warga, sejak pagi tadi,” jelasnya.

Sirait menyampaikan, sudah berkoordinasi dengan Forkopincam dan pihak terkait.

“Babinsa dan Kepala Desa sudah mengarahkan warga untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, yang sudah disiapkan,” katanya.

Hingga sore ini, banjir masih menggenangi permukiman warga. Selain Desa Bandar Tarutung, banjir juga kembali merendam rumah warga di Dusun Benteng Sukamaju/Taman Sari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru.

Begitu juga di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru. Derasnya debit air Sungai Garoga, merusak tanggul-tanggul sementara, yang sudah diperbaiki sejak pascabencana 25 November 2025 lalu. (Oryza-HT)