TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Semangat dan perjuangan guru di SD Negeri 101310 Aek Sabatang untuk sampai ke perkampungan Lingkungan V Aek Sabatang, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan patut diacungi jempol dan diberikan apresiasi oleh masyarakat.
Para guru terlihat berupaya sampai ke sekolah untuk mendidik generasi emas di Tapanuli Selatan dengan berjalan kaki sepanjang 4-5 Kilometer setiap harinya. Kondisi cuaca ekstrem terkadang mengalami mereka seperti banjir akibat luapan air sungai Aek Sabatang.
Namun, saat kondisi cuaca hujan lebat yang melanda Kecamatan Angkola Sangkunur membuat akses jalan begitu sulit. Mereka tak goyah dan berdiam diri. Para pendidik terpantau memakai sepatu boat serta melangkah perlahan untuk melalui jalan berlumpur tersebut.
Di pagi hari, Selasa (21/4/2026) mereka bergegas dan membawa bekal persiapan menuju sekolah dengan harapan kedepannya anak didik di sekolah bisa menggapai mimpi dan cita-cita.
Salah satu Guru, Amoni Nduru berharap agar jalan ke perkampungan mereka bisa dilanjutkan pembangunannya agar kedepan mereka bisa lebih mudah untuk sampai ke sekolah.
Disisi lain, harapan juga disampaikan masyarakat dua perkampungan yakni Dusun Aek Sabatang Menek, Desa Malombu dan Lingkungan V Aek Sabatang, Kelurahan Rianiate.
Seluruh masyarakat berharap agar pembangunan jalan rabat beton dilanjutkan untuk mem”Bangkit” kan kesejahteraan dan akses pendidikan di perkampungan mereka.
Salah satu warga, Yusman Harefa berharap agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan terkhusus Daerah Pemilihan (Dapil) empat bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan Dinas terkait.
Diketahui ada 8 orang anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan yang terpilih dari Dapil Empat, dan mereka orang-orang hebat yang dipercayai masyarakat untuk menjadi penyambung lidah ke pemerintah.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat, Dalius Laia kepada media ini, akses jalan saat penghujan sungguh menyedihkan dan memprihatinkan. Masyarakat harus menelan pil pahit untuk mengeluarkan hasil pertanian menggunakan jalur air yang terkadang bisa mengancam nyawa mereka. Ia berharap agar keluh dan kesah didengarkan pemerintah daerah.
“Kami sangat berharap kelanjutan pembangunan,” ujarnya dengan nada getir.
Tokoh masyarakat lainnya, Bowo Aro Gea juga menaruh harapan besar kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Dapil empat yang duduk di bangku legislatif.
“Semoga bapak-bapak sehat selalu, diberikan kekuatan dan umur panjang untuk menyampaikan aspirasi kami dari dua perkampungan ini,” pintanya. (Saipul Bahri Siregar-HT)


