PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Pelantikan sejumlah pejabat administrator dan pengawas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas baru-baru ini terasa janggal. Penerapan manajemen talenta yang mutlak seharusnya mendongkrak karir Pegawai Negeri Sipil (PNS), malah seperti tidak terarah.
Akan sedikit geli bila mendengar seorang dokter PNS ditempatkan menangani bencana. Atau seorang sarjana agama mengurusi perkebunan.
Melihat ini, tentu tidak linear dengan keahlian dibidangnya. Dengan begitu, penerapan manajemen talenta terkesan tidak sejalan. Bahkan diduga hanya akal akalan orang di Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) saja.
Anehnya, sudah tidak linear, peraturan teknis (pertek) yang dikeluarkan BKN, malah bisa keluar. Dan itu disebut-sebut sebagai dasar pelantikan para pejabat administrator dan pengawas tersebut.
Mengutip dari laman google, diketahui bahwa manajemen talenta adalah proses strategis untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan individu berpotensi tinggi agar menempati posisi yang tepat (the right person in the right place). Tujuannya adalah mengakselerasi tujuan organisasi dan memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan lancar.
Dan ini harusnya sejalan dengan sistem merit yang digadang-gadangkan. Yakni berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil.
Dengan menempatkan posisi jabatan pada orang yang bukan bidangnya, tentu sudah melenceng dari tujuan manajemen talenta tersebut.
Sebelumnya, juga telah dilaksanakan pelantikan Sekda berikut 3 pejabat eselon II. Masing-masing jabatan Kadis PUTR, Kadis Kesehatan, dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.
Pelantikan ini juga memunculkan ramai pertanyaan. Kenapa hanya 3 jabatan?. Padahal dari 23 jabatan kepala dinas/badan, hanya 5 yang berstatus defenitif, hingga muncul pelantikan 3 berikutnya, sehingga total 8 jabatan defenitif. Selebihnya masih pelaksana tugas.
Sayang, pihak BKPSDM tidak merespon konfirmasi guna mendapat keterangan mekanisme manajemen talenta yang diterapkan ini. Berkali kali dihubungi, tetap low respon. Baik Plt Kaban, Kholil Siregar, atau Kabid Mutasi dan Promosi, Sarman Arif, tidak ada jawaban hingga berita ini diturunkan. (Parningotan Aritonang-HT)
