MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 resmi dibuka Jumat malam (3/7/2026) di Panggung Utama PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Mengusung tema “Harmoni Emas”, ajang setengah abad ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan etalase pembangunan dan motor penggerak ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Sumut Surya dalam sambutannya menegaskan, PRSU ke-50 menjadi penanda perjalanan sejarah pembangunan Sumatera Utara.
“Ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang pertemuan investasi, promosi potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia. Dari sinilah kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Perjalanan PRSU dimulai dari era 1960-an ketika Wali Kota Medan Sjoerkani menggagas Taman Ria (Medan Fair) sebagai cikal bakal pesta rakyat yang paling dinantikan masyarakat Sumut.
Medan Fair resmi dibuka pada 1971 dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto. Sejak 2002, ajang ini berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Gatot Subroto dan berganti nama menjadi Pekan Raya Sumatera Utara.
Kini, di usia emasnya yang ke-50, PRSU bertransformasi dari sekadar pasar malam menjadi ruang bisnis strategis (deal room) yang mempertemukan investor dengan pelaku UMKM.
PRSU 2026 berlangsung selama 31 hari, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026, dengan target 300 ribu pengunjung. Sebanyak 33 kabupaten/kota se-Sumut turut berpartisipasi menampilkan produk unggulan, peluang investasi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya.
Transformasi besar tahun ini 75% stan diisi oleh UMKM asli Sumatera Utara melalui proses kurasi ketat untuk memastikan produk yang dipamerkan adalah karya asli daerah, bukan barang impor atau produk ilegal.
