TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Kasum TNI Letjen Richard T. Tampubolon melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau lokasi bakal dibangunnya hunian tetap (Huntap) untuk 118 warga Desa Simatohir dan Lubu Uhom pasca bencana alam beberapa waktu lalu, Selasa (14/7/2026) siang.
Didampingi Dandim 0212/TS Letkol Inf Dedi Harnoto dan Forkopimda, Kasum TNI tiba sekira pukul 13.40 Wib dan disambut hangat masyarakat korban bencana beserta Forkopimca Angkola Sangkunur.
Dalam sambutannya, Kasum TNI menyampaikan secara detail bahwa kedatangannya atas perintah Presiden Prabowo melalui Kasatgas Tito Karnavian yang harus segera dilakukan.
“Salah satu poin yang kita lihat bagaimana perkembangan dari pada tindak lanjut dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi. Tadi saya sudah mendapatkan paparan dari Sekda Sofyan, dari pak Wakil Bupati, dan memang ada salah satu rencana, bahwa akan ada pembangunan huntap karena masih ada 214 kk yang masih tinggal di huntara,” ujarnya.
Letjen Richard juga mengatakan pembangunan hunian tetap (huntap) dari informasi yang ia dapatkan, datanya ada luas 2,5 hektar, 0,7 hektar untuk Jalan fasilitas Umum dan 1,7 hektar nanti untuk pembangunan rumah sebanyak 227 unit.
Dalam kesempatan tersebut, Letjen TNI Richard dan atas nama Satgas PRR serta atas nama pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tsuchi. Menurut Kasum TNI, pembangunan 227 unit hunian tetap ini, nanti pelaksana utamanya adalah yayasan tersebut.
Kasum TNI menghimbau masyarakat agar sama-sama membantu sesuai dengan kapasitas tupoksi dan tentunya dengan memperkuat budaya gotong-royong dan kerja bakti serta kerja sama yang baik.
“Sehingga dari huntara sudah bisa pindah ke huntap, di situ juga sudah bisa memulai kehidupan yang baru,” imbaunya.
Letjen Richard juga meminta kepada pemerintah daerah dapat membantu infrastruktur fasilitas Umum, Jalan, listrik, air, termasuk juga pendampingan untuk membentuk ekosistem ekonomi yang baru.
Terakhir, Letjen TNI Richard menyampaikan kepada masyarakat, agar warga segera kembali ke huntap yang telah jadi nantinya, dan menjadi barokah, serta berkat bagi untuk kelangsungan hidup pasca bencana.
Sementara itu, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar memaparkan dan melaporkan wilayah terdampak bencana dari 5 relokasi terpusat yakni lokasi pertama di Kecamatan Sipirok, lahan milik pemda yang sudah dikunjungi beberapa waktu yang lewat. Dan Itu rencana akan dibangun oleh Baznas, saat ini dalam proses pemunculan pihak ke-3. Sementara lokasi selebihnya 4 lokasi lainnya adalah lahan milik PTPN.
Sekda menyebutkan pembangunan pertama adalah di perkebunan Sigala- gala, kami menyebutnya itu huntap Hapesong song.
“Alhamdulillah, ini dibangun langsung 227 huntap tanpa ada huntara, sudah didiami dan diresmikan oleh Ketua Satgas, Pak Mendagri bersama Menteri PKP Maruarar Sirait,” laporannya kepada Kasum TNI.
Sekda Sofyan menambahkan untuk lokasi yang ke-2 ada di Desa Hapesong Baru berbatas Desa Simatohir, Angkola Sangkunur. Di lokasi ini rencana juga akan dibangunkan oleh yayasan Budha Tsuchi sejumlah 214 unit, yang terdiri dari tiga lokasi lahan.
Menurut keterangannya, lokasi pertama, lokasi A, ini di sini telah dibangun 135 huntara oleh BNPB dan di lahan ini, rencana akan dibangun huntap sejumlah 118 unit rumah. Di lokasi ke dua, lokasi B, itu diperuntukkan untuk fasilitas umum berupa sekolah dan paud.
Sedangkan di lokasi ke tiga nanti akan dibangun juga huntap sejumlah 96 unit sehingga di sini sejumlah 214 kk, yang terdiri dari 71 kk dari dusun air kerambangan desa simatohir, Kecamatan angkola sangkunur, ditambah 143 kk dari dusun lubu uhom, desa Panobasan Lombang, Kecamatan angkola Barat.
Lokasi yang ke-3 adalah di desa Napa Perkebunan Batangtoru, itu sudah dibangun 245 KK huntara, rencana huntap di situ juga sejumlah 699 unit dan rencananya akan dibangun oleh Kementerian PKP. Dan terakhir adalah di lokasi Perkebunan Marpingan itu untuk desa tandihat, sejumlah 186 kk lapornya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Sofyan menyampaikan bahwa kendala pembangunan adalah legalitas lahan. Menurutnya, pembangunan beberapa waktu yang lalu, prosesnya kurang tepat. Proses pertama diawali dengan izin pinjam pakai dan informasi semalam kami terima dari asisten tiga saat mengikuti rapat atas undangan dari Kemenko infrastruktur.
Sekda Sofyan menyampaikan proses ini harusnya melalui izin pelepasan HGU, dan dari izin pelepasannya ini diawali dengan penandatanganan Mou komitmen bersama untuk pelepasannya tersebut. Dan ini sebagai dasar untuk bisa dibangun PKP sembari berproses.
Sekda menutup laporan dengan menyampaikan, pembangunan huntap di Simatohir akan mulai dibangun minggu depan tutupnya.
Amatan awak media dilapangan, kunjungan kerja Kasum TNI di Kabupaten Tapanuli Selatan berjalan dengan baik dan sukses. Kegiatan dirangkai dengan pemberian bantuan kepada warga. Kasum TNI bersama rombongan didampingi Dandim Dedi Harnoto dan Forkopimda juga meninjau lokasi pembangunan jembatan di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru.
Masyarakat korban bencana menyampaikan rasa haru dan bahagia atas kehadiran Kasum TNI dan rombongan beserta Forkopimda dan Forkopimca. Menurut warga, kehadiran Kasum TNI sebagai Waka Satgas PRR membuktikan kehadiran dan kepedulian pemerintah pusat untuk masyarakat terdampak bencana. (Saipul Bahri Siregar-HT)
