PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Parah! ruangan Ibu menyusui (Laktasi) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padangsidimpuan ditemukan isinya hanya printer lengkap dengan alat tulis dan 2 kardus kosong susu merk SGM.

Penampakan ini terlihat saat awak media menyambangi ruangan Laktasi Dinkes kota Padangsidimpuan, Rabu (4/11/2026) siang. Saat didepan ruang tersebut terlihat ruangan yang seharusnya terbuka lebar sebagai fasilitas untuk umum, akan tetapi kenyataannya ruangan tersebut ditutup serapat – rapatnya berlapis jerjak besi.

Kepada media ini, Kasubbag TU Dinkes Kota Padangsidimpuan mengatakan, bahwa ruangan Laktasi ini ditutup karena diruangan Laktasi tersebut ada susu sehingga takut susu tersebut hilang.

“Ruangan ini sengaja kita tutup, untuk menjaga isi ruangan ini Bang. Takut susu yang ada diruangan Laktasi ini hilang Bang,” jawab ringkas Kasubbag TU Kamal Firdaus kepada media ini.

Selanjutnya, Sekretaris Dinkes Kota Padangsidimpuan Almashuri mengatakan bahwa bahwa ruangan Laktasi tersebut dipergunakan untuk petugas Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinkes Kota Padangsidimpuan.

“Kalau ruangan tersebut kita pakai untuk petugas RUP kita dari Dinas Kesehatan,” ujar Almashuri kepada media diruang kerjanya.

Dan saat ditanya, apakah ruangan yang dimaksud tersebut dipergunakan oleh oknum konsultan berinisial MRUP yang merupakan Direktur salah satu dari empat perusahaan yang selalu mendominasi proyek di Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan setiap tahunnya. Dengan ringkas Almashuri membantah pertanyaan dari media.

“Itu tidak betul ruangan tersebut kita fasilitasi kepada salah satu konsultan, akan tetapi ruangan Laksida itu dipergunakan oleh staf RUP kita,” jawabnya kepada media ini.

Berdasarkan standar kesehatan dan peraturan yang berlaku (seperti Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif), fasilitas pendukung Laktasi pendukung dilengkapi : kursi/sofa yang nyaman, meja, pencahayaan yang cukup, ventilasi atau AC, wastafel dengan air mengalir untuk cuci tangan, serta lemari pendingin (kulkas) untuk menyimpan ASI perah. (Rahmat Efendi Nasution-HT)