PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com– Ratusan masyarakat etnis Jawa di Lorong 3, Desa Manunggang Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara gelar temu ramah dengan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor 3, Dr. Hapendi Harahap, SH, SpN, MH-Gempar Nauli Hamonangan Nasution, SSos, MSP, Selasa (15/10).

Pada kesempatan itu Calon Walikota Hapendi Harahap didampingi istri tercinta Bariyah, SE yang merupakan asli putri dari Cilacap, Jawa Tengah.

Kemudian juga ikut mendampingi, istri dari Gempar Nasution Calon Wakil Walikota, dr. Irma Suluwanti Harahap, MKes yang merupakan putri dari mantan Bupati Paluta, Bachrum Harahap dan juga Kakak Kandung dari mantan Walikota Padangsidimpuan juga mantan Bupati Paluta, Andar Amin Harahap yang saat ini menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar, Ketua Tim Pemenangan, Indar Sakti Tanjung dan lainnya.

Pertemuan dan temu ramah ini sendiri diinisiasi oleh Bariyah, istri dari Calon Walikota Hapendi Harahap.

Hapendi Harahap yang merupakan Ketua Umum IPPAT ini menceritakan sekilas tentang dirinya yang mulai pendidikan di SD dan SMP di Sihepeng dan sekolah menengah di SMAN 3 Padangsidimpuan.

Ketua Alumni SMAN 3 Padangsidimpuan ini mengatakan bahwa dirinya melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dan atas kehendak takdir Allah SWT dirinya diberikan kebahagiaan dengan berhasil mempersunting Bariyah, gadis manis dari Cilacap, Jawa Tengah yang menjadi istrinya.

Dikatakannya dirinya bekerja di sejumlah perusahaan setelah akhirnya membuka firma hukum atau menjadi advokat kemudian menjadi Notaris hingga sekarang.

Pria murah senyum ini yang pernah menjadi tim relawan Prabowo-Gibran pada saat Pilpres ini meminta agar tidak lagi melihat ke belakang tetapi melihat ke masa yang akan datang.

Dirinya meminta bantuan dukungan untuk perjuangan ini untuk bersama membuat perubahan Kota Padangsidimpuan menjadi lebih baik di masa depan dan jangan lagi diperbanyak perselisihan.

Sesuai dengan slogan yang mereka bahwa salumpat saindege, seiya sekata, satahi saoloan untuk bersama membangun Kota Padangsidimpuan menjadi lebih maju juga memilih Bobby-Surya untuk pemilihan gubernur Sumatera Utara untuk juga membangun Provinsi Sumatera Utara lebih maju untuk Indonesia juga lebih maju.

“Sekali lagi kami sampaikan kedatangan kami dengan niat tulus dan baik. Kita ketahui bersama Pemko Padangsidimpuan ini anggaran nya terlalu minim ditambah minimnya PAD juga target yang terealisasi masih rendah. Jadi kinerja Pemda masih sangat kurang baik dalam menggali sumber PAD. Hal inilah yang ingin kami perbaiki agar PAD semakin meningkat sehingga dapat dipergunakan untuk pembangunan Kota Padangsidimpuan dan dirasakan seluruh rakyat,” jelasnya.

Hal ini yang menjadi penyebab banyak fasilitas umum yang tidak memadai dan jalan-jalan yang masih rusak dan belum layak.

“Maka dari itu kami beritikad baik bermaksud untuk melakukan perbaikan untuk kondisi-kondisi tersebut,” tegasnya.

Kemudian yang paling penting adalah sudah tersiar kabar yang sangat santer baik di medsos dan media massa bahwa ada istilah yang dipakai di Kota Padangsidimpuan ini yakni Durlam yang sungguh memberikan keprihatinan yang mendalam.

Kemudian dari sejumlah berita dan informasi di media massa bahwa ada pemotongan dana ADD sebesar 18%.

“Jika ADD satu desa 1 milliar berarti ada sekitar 180 juta yang dipotong dikali 42 desa itu sekitar 7,2 milliar. Jika uang 7,2 milliar digunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang berlobang pasti sudah bagus,” kata Hapendi.

Hal itulah nantinya yang bakal mereka perbaiki. Dimana tidak ada lagi pemotongan dana ADD agar nantinya disampaikan kepada Kepala Desa sesuai amanah konstitusi ADD dipergunakan sebenar-benarnya untuk pembangunan di desa tersebut untuk dimanfaatkan warga desa.

“Inilah salah satu cita-cita yang ingin kami laksanakan sehingga pembangunan tersebut sampai dan dirasakan di desa-desa,” tegasnya.

Kemudian dirinya mengingatkan kepada seluruh keluarganya dari etnis Jawa setelah pulang ke tempat masing-masing agar menyampaikan kepada sanak keluarga, tetangga di tempat masing-masing untuk menyampaikan visi misi Paslon nomor urut 3 sehingga nantinya menjadi memilih nomor 3 pada saat pelaksanaan pemilihan pada tanggal 27 November.

Dikatakan Hapendi agar tim seluruh hadirin bersama-sama meyakinkan warga lainnya untuk memilih Paslon nomor urut 3 dengan menyampaikan visi dan misi serta program yang akan dilaksanakan nantinya pada saat menjadi Pemimpin Kota Padangsidimpuan untuk periode 2024-2029.

Dijelaskannya antara lain adalah memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan memperbaiki kualitas SDM dan SDA di RSUD Kota Psp.

Selanjutnya memprogramkan anak-anak nantinya akan diberikan bea siswa atau bentuk lainnya hingga bisa mencicipi pendidikan hingga perguruan tinggi dengan di topang melalui APBD Kota Padangsidimpuan.

Kemudian membuat program sertifikasi tanah yang juga di topang oleh APBD sehingga masyarakat bisa atau memiliki akses ke dunia perbankan sehingga bisa menghidupkan ekonomi masyarakat.

Seterusnya dirinya juga menegaskan tidak ada pungutan liar, pelayanan yang cepat, mempermudah masyarakat dalam setiap hal pengurusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat di pemerintahan.

“Kita sama-sama sepakat bahwa tidak akan melanjutkan mandurlam. Maka dari itu mari untuk percepatan pembangunan di Kota Padangsidimpuan menjadi semakin dan lebih baik lagi. Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan itu dengan memilih Paslon Nomor 3, Hapendi-Gempar pada tanggal 27 November nanti,” ajaknya.

Sementara itu Nyonya Bariyah Hapendi Harahap didampingi Nyonya Irma Gempar Nasution mengajak sedulur untuk bersama-sama ikut berjuang memenangkan suaminya di pilkada Kota Padangsidimpuan ini.

Dirinya juga ikut meyakinkan sedulur bahwa jika suaminya terpilih jadi Walikota Padangsidimpuan berjuang membangun Lorong 3 termasuk infrastruktur jalan.

Diakhir seluruh warga etnis Jawa Lorong 3 nyatakan sikap siap memenangkan dengan memilih Paslon Nomor 3, Hapendi-Gempar. (PAP)