PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com– Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor 3, Dr. Hapendi Harahap, SH, SpN, MH-Gempar Nauli Hamonangan Nasution, SSos, MSP, Rabu (15/10) di pelataran parkir Kaisar Water Park, Poken Jior, Kecamatan Angkola Julu dihadapan seribuan tim pemenangan nyatakan salah satu tujuan mereka jika nanti terpilih sebagai Pemimpin Kota Padangsidimpuan adalah perbaikan Infrastruktur di seluruh sudut Kota Padangsidimpuan.
Agar kata Ketua Umum IPPAT Indonesia ini infrastruktur ini bisa dinikmati seluruh warga Kota Padangsidimpuan tanpa ada yang dibeda-bedakan.
“Jalan ke Poken Jior ini sangat memprihatinkan. Jika terpilih pasti akan kita bangun. Semua jalan dan infrastruktur yang rusak akan kita perbaiki sehingga semua bisa menikmatinya karena itu hak warga Kota Padangsidimpuan,” tegasnya.
Selanjutnya kata Ketua Ikatan Alumni SMAN 3 Kota Padangsidimpuan ini prioritas lainnya adalah dibidang pertanian. Yakni mengatasi kelangkaan pupuk dengan cara menambah quotanya.
Dan juga menata dan mengawasi tidak terjadi kelangkaan dan juga menekan agar harga tidak mahal atau melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai peraturan.
Untuk pendidikan ditegaskannya semua anak di Kota Padangsidimpuan berhak mendapatkan pendidikan.
Sehingga bagi anak yang tidak mampu akan ditopang melalui APBD agar tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
“Kita ketahui bersama Pemko Padangsidimpuan ini anggaran nya terlalu minim ditambah minimnya PAD juga target yang terealisasi masih rendah. Jadi kinerja Pemda masih sangat kurang baik dalam menggali sumber PAD. Hal inilah yang ingin kami perbaiki agar PAD semakin meningkat sehingga dapat dipergunakan untuk pembangunan Kota Padangsidimpuan dan dirasakan seluruh rakyat,” jelasnya.
Kemudian membuat program sertifikasi tanah yang juga di topang oleh APBD sehingga masyarakat bisa atau memiliki akses ke dunia perbankan sehingga bisa menghidupkan ekonomi masyarakat.
“Bisa buat modal jualan, modal untuk pertanian dan perkebunan. Artinya perbankan bisa mengucurkan dana karena percaya ada agunannya yaitu sertifikat baik rumah tanah, bangunan dan lainnya,” ucapnya.
Kemudian yang paling penting adalah sudah tersiar kabar yang sangat santer baik di medsos dan media massa bahwa ada istilah yang dipakai di Kota Padangsidimpuan ini yakni Durlam yang sungguh memberikan keprihatinan yang mendalam bahkan sudah santer sampai di Jakarta dan pemerintahan atasan.
Yakni dari sejumlah berita dan informasi di media massa bahwa ada pemotongan dana ADD sebesar 18%.
“Jika ADD satu desa 1 milliar berarti ada sekitar 180 juta yang dipotong dikali 42 desa itu sekitar 7,2 milliar. Jika uang 7,2 milliar digunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang berlobang pasti sudah bagus,” kata Hapendi.
Hal itulah nantinya yang bakal mereka perbaiki. Dimana tidak ada lagi pemotongan dana ADD agar nantinya disampaikan kepada Kepala Desa sesuai amanah konstitusi ADD dipergunakan sebenar-benarnya untuk pembangunan di desa tersebut untuk dimanfaatkan warga desa.
“Inilah salah satu cita-cita yang ingin kami laksanakan sehingga pembangunan tersebut sampai dan dirasakan di desa-desa,” tegasnya.
Seterusnya dirinya juga menegaskan tidak ada pungutan liar, pelayanan yang cepat, mempermudah masyarakat dalam setiap hal pengurusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat di pemerintahan.
“Kita sama-sama sepakat bahwa tidak akan melanjutkan mandurlam. Maka dari itu mari untuk percepatan pembangunan di Kota Padangsidimpuan menjadi semakin dan lebih baik lagi. Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan itu dengan memilih Paslon Nomor 3, Hapendi-Gempar pada tanggal 27 November nanti,” ajak Harahap murah senyum ini.
Pada kesempatan itu Hapendi Harahap menceritakan sekilas tentang dirinya yang mulai pendidikan di SD dan SMP di Sihepeng dan sekolah menengah di SMAN 3 Padangsidimpuan.
Seterusnya Harahap Sidakkal ini mengatakan bahwa dirinya melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Dan atas kehendak takdir Allah SWT dirinya diberikan kebahagiaan dengan berhasil mempersunting Bariyah, gadis manis dari Cilacap, Jawa Tengah yang menjadi istrinya.
Dikatakannya dirinya bekerja di sejumlah perusahaan setelah akhirnya membuka firma hukum atau menjadi advokat kemudian menjadi Notaris hingga sekarang.
Sementara itu Gempar Nasution pada kesempatan itu menceritakan tentang dirinya yang merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara anak dari mantan Walikota Padangsidimpuan pertama, Zulkarnaen Nasution atau lebih populer dulu dikenal dengan panggilan Kajol.
Istrinya adalah putri mantan Bupati Padang Lawas Utara, Bachrum Harahap dan juga istrinya adalah kakak dari mantan Bupati Padang Lawas Utara juga mantan Walikota Padangsidimpuan yang saat ini menjadi Anggota DPR-RI, Andar Amin Harahap.
Dikatakannya dirinya sudah mengabdi kepada negara sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama lebih dari 20 tahun. Dengan modal ini dirinya ingin lebih luas lagi memberikan kontribusi membangun Kota Padangsidimpuan dan memberikan manfaat untuk masyarakat dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota berpasangan dengan Hapendi Harahap sebagai Walikota.
Keyakinannya untuk maju bahkan mengorbankan statusnya sebagai ASN dengan jenjang karir yang sangat terbuka ditambah usia yang masih sangat muda adalah karena dirinya menilai sosok Hapendi Harahap adalah sosok yang saat ini sangat dibutuhkan Kota Padangsidimpuan untuk mempercepat pembangunan di Kota Padangsidimpuan menjadi semakin baik di masa depan.
“Beliau punya pengalaman luas, sosok yang berhasil di Jakarta. Punya koneksi dan jaringan di pemerintahan pusat seperti kementerian, BUMN bahkan punya jaringan dengan dunia usaha atau investor dari luar negeri. Makanya saya yakin kolaborasi kami ini bisa membangun Kota Padangsidimpuan menjadi semakin baik,” katanya.
Dikatakannya bahwa pemekaran Kota Padangsidimpuan tidak akan terjadi tanpa adanya keinginan masyarakat yang mana tujuan dari pemekaran itu adalah percepatan pembangunan Kota Padangsidimpuan.
Apalagi dulu Kecamatan Angkola Julu adalah Berastagi nya Padangsidimpuan pada masa Kepemimpinan Zulkarnaen Nasution.
Sehingga lima tahun kedepan Angkola Julu harus menjadi lebih baik khususnya di sektor pertanian, perkebunan dan lainnya.
“Jadi pertama-tama mari kita berjuang dulu untuk mewujudkan cita-cita kita ini yang nantinya akan berpengaruh bagi kita di saat sekarang dan buat generasi kita di masa depan. Baik di bidang pendidikan, pembangunan, kesehatan maupun bidang ekonomi. Jadi kita semua harus solid untuk mewujudkan ini,” ucapnya.
Dirinya mengajak semua tim pemenangan untuk menjadi corong kepada masyarakat untuk mempengaruhi dengan menjelaskan visi misi yang di bawa oleh Paslon nomor 3.
“Jadi setuju kalau kita seiya sekata selangkah seirama salumpat saindege untuk Padangsidimpuan lebih baik,” tanya Gempar yang dijawab teriakan setuju dari seribuan tim pemenangan yang hadir.
Ketua DPD PAN, Erwin Nasution, mengingatkan seluruh tim pemenangan untuk meraih simpati masyarakat lainnya agar nantinya memilih Paslon nomor 3, Hapendi-Gempar pada Tanggal 27 November nanti.
Ketua Tim Pemenangan Kecamatan Angkola Julu, Irwan Raja Porkas menegaskan bahwa Angkola Julu akan memenangkan Paslon Nomor Urut 3 asalkan tidak ada dusta diantara semua tim pemenangan.
Selain sektor pertanian dan perkebunan tapi yang paling penting adalah infrastruktur. Karena dirinya yang juga mantan tim pemenangan Irsan saat pilkada 5 tahun lalu tidak melihat ada pembangunan jalan ke Angkola Julu secara keseluruhan.
Perwakilan alim ulama, H. Sutan Malim Naposo Harahap merasa sedih dan mengungkapkan isi hati warga Angkola Julu yang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah selama ini.
“Nadong mangapus ilu sian mata nami selama na on hami di Angkola Julu. Seolah-olah kami terkucil. Jadi kami harapkan Hapendi-Gempar lah nanti yang akan menghapus air mata kami warga Angkola Julu,” ucapnya sedih.
Ikut mendampingi, Ketua Tim Pemenangan, Indar Sakti Tanjung, Anggota DPRD dari PDIP juga Sekretaris Tim Pemenangan, Sarifah Hanum Lubis, Projo Muda Indonesia Padangsidimpuan, Barisan Relawan Pejuang Hapendi Menggemparkan dan lainnya. (PAP)
