PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com- Seorang warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara yang menderita Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) membuat onar di Jalan Sentosa, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Selasa (17/12/2024) pagi. Dimana, wanita berinisial M tersebut melempari rumah warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peritiwa tersebut terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Kala itu, Bhabinkamtibmas Polsek Batunadua, Pos Subsektor Padangsidimpuan Selatan, Polres Padangsidimpuan, Aipda Supriono mendapat laporan dari masyarakat.

“Alhasil, personil langsung terjun ke lokasi,” ungkap Kapolsek Batunadua, AKP Tommat Saragih melalui Kasi Humas, AKP K Sinaga, SH kepada wartawan.

Berdasarkan laporan warga yang diterima, Satpol PP bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju ke lokasi, dengan cara humanis wanita tersebut berhasil diamankan oleh Petugas langsung berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan.

Setibanya petugas dari Pukesmas Padang Matinggi, M pun langsung diberikan obat dan di suntik di rumahnya.

Bahkan, petugas menghimbau kepada pihak keluarga supaya M tidak diberikan keluar rumah dan kepada warga sekitar supaya tidak mengganggu ODGJ sehingga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

“ODGJ tersebut dilaporkan melempar para warga dan tempat usaha mereka. Tindakan tersebut sudah sangat mengganggu ketertiban dan ketentraman warga sekitar,” kata Kasi Humas.

AKP K Sinaga mengaku meski sempat menolak saat akan diamankan oleh Bhabinkamtibmas dan Satpol PP namun ODGJ yang sehari-sehari kerap berkeliaran disekitar lokasi tersebut akhirnya mau mengikuti petugas setelah di bujuk berulang kali.

“Saat ini ODGJ tersebut sudah di antarkan petugas didampingi keluarganya ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Kasi Humas.

Sementara tokoh masyarakat Padangsidimpuan T Harahap mengajak semua pihak untuk sama-sama menaruh perhatian khusus terkait penanganan ODGJ.

“Upaya yang dilakukan Satpol PP Kota Padangsidimpuan selama ini hanyalah penanganan yang sifatnya jangka pendek saja. Perlu upaya lain yang lebih sesuai, tepat dan pantas untuk menangani penderita ODGJ ini,” katanya.

Ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat untuk menghasilkan upaya yang lebih tepat dalam menangani penderita ODGJ.

“Dengan adanya kolaborasi, diharapkan dapat ditemukan solusi jangka panjang yang lebih tepat dalam menangani permasalahan ODGJ di Kota Padangsidimpuan. Langkah tersebut tidak hanya penting untuk menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat saja, tetapi juga untuk memberikan kehidupan yang lebih pantas bagi para ODGJ,” tutupnya. (SMS)