TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Kawasan Simago-Mago dan sekitarnya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata terpadu di Sumatera Utara. Dengan kekayaan alam yang memukau serta nilai historis dan religi yang kuat, kawasan ini dinilai layak menjadi magnet wisata unggulan Tapanuli Selatan (Tapsel).
Secara geografis, Simago-Mago terletak di antara Gunung Sibual-Buali, gunung berapi aktif tipe B. Kondisi ini menciptakan fenomena geotermal alami berupa pemandian air panas di Sosopan dan Padangbujur.
Selain itu, Bukit Sorugadong yang berada di sekitarnya dikenal cocok untuk olahraga paralayang karena kondisi angin yang stabil dan kuat, menjadikannya spot ideal bagi pecinta petualangan ekstrem.
Gunung Sibualbuali Sipirok Tapsel, lebih dari sekadar keindahan alam, kawasan ini juga merupakan sentra produksi beras merah yang terkenal di Sumatera Utara, dengan hamparan sawah yang membentang hingga ratusan hektare.
Dukungan infrastruktur turut memperkuat potensi kawasan ini. Simago-Mago berada di jalur strategis Jalan Nasional yang menghubungkan Padangsidimpuan dan Medan, dilalui oleh ratusan kendaraan setiap harinya.
Fasilitas publik seperti hotel Tor Sibohi dan Parsorminan, serta SPBU, sudah tersedia dan siap mendukung kenyamanan wisatawan.
Tak hanya menawarkan wisata alam, kawasan ini juga sarat nilai sejarah. Di sini terdapat makam Kapten Sahala Muda Pakpahan, tokoh perlawanan gerilya Sipirok terhadap pasukan KNIL Belanda, dalam pertempuran yang menewaskan Jenderal Simon Spoor.
Tak jauh dari sana berdiri gereja Protestan tertua di wilayah Tabagsel, menjadikannya titik awal penyebaran Kekristenan di Tanah Batak.
Menurut Subanta Rampang Ayu, ST, Direktur Pusat Analisis Layanan Dasar Masyarakat (Paladam), seluruh elemen ini menjadikan Simago-Mago sebagai kandidat kuat untuk ditetapkan sebagai kawasan wisata terpadu, mencakup berbagai konsep wisata mulai dari alam, sejarah, religi, hingga tematik dan petualangan.
“Semua elemen pendukung sudah ada. Ini kawasan wisata yang lengkap dan strategis,” ungkap Subanta saat ditemui di Padangsidimpuan, Kamis (12/6/2025). (Sabar Sitompul)

