TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk segera bergerak aktif dan turun langsung mendampingi para petani. Langkah strategis ini ditempuh guna mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak parah akibat bencana alam, yang mengakibatkan sekitar 3.000 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen.
Arahan tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan silaturahmi bersama para PPL yang berlangsung di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang paling merasakan dampak signifikan akibat bencana yang terjadi pada 25 November tahun lalu. Kejadian tersebut tidak hanya merusak infrastruktur dan lahan, tetapi juga memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah yang mengalami penurunan pada triwulan akhir tahun 2025.
“Dampak bencana sangat terasa terhadap perekonomian masyarakat. Kami memantau adanya potensi peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran, sehingga sejak awal pemerintah memfokuskan seluruh perhatian pada penanganan bencana dan upaya pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Gus Irawan.
Bupati menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Tapsel yang sebelumnya berada di angka di atas 5 persen, terpaksa harus turun menjadi 2,4 persen pada triwulan terakhir tahun 2025. Secara agregat atau keseluruhan, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat berada di angka 4,39 persen.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah melakukan berbagai langkah cepat dan terukur untuk membantu masyarakat yang terdampak. Berbagai bentuk bantuan telah disalurkan, mulai dari bantuan masa darurat sebesar Rp600.000 selama tiga bulan, santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per jiwa, hingga bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta dan rusak sedang sebesar Rp30 juta.
Selain bantuan dari APBD, masyarakat juga menerima dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial berupa jaminan hidup sebesar Rp450.000 per jiwa selama tiga bulan, serta bantuan pemulihan ekonomi rumah tangga hingga Rp8 juta per keluarga.
Meskipun diterpa bencana besar yang mengganggu roda ekonomi, Gus Irawan mengapresiasi bahwa angka kemiskinan di Tapsel masih mampu ditekan hingga turun sebesar 0,78 persen. Bahkan, Kabupaten Tapsel berhasil meraih penghargaan nasional peringkat kedua dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting, serta memperoleh insentif fiskal sebesar Rp2 miliar dari pemerintah pusat.
“Jika tidak terjadi bencana, saya yakin capaian kita jauh lebih baik dari ini. Namun, capaian ini membuktikan bahwa kerja keras dan sinergi semua pihak mampu menjaga stabilitas daerah tetap terkontrol dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menekankan peran strategis para penyuluh pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan dan mengembalikan produktivitas lahan pertanian masyarakat.
“Saat ini Tapsel sangat membutuhkan peran serta kalian. Penyuluh pertanian harus hadir di tengah petani, memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif dan produktivitas pertanian dapat kembali meningkat,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi antara Dinas Pertanian Tapsel dengan para penyuluh yang kini telah berstatus sebagai pegawai pemerintah pusat, agar seluruh program pertanian dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Muhammad Taufik Batubara, memaparkan bahwa saat ini terdapat 191 tenaga penyuluh pertanian yang telah beralih status menjadi pegawai Kementerian Pertanian sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025.
“Meskipun status kepegawaian telah beralih, kolaborasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah tetap berjalan maksimal dalam pelaksanaan program strategis, seperti optimasi lahan, rehabilitasi irigasi, dan percepatan masa tanam pasca bencana,” ujar Taufik.
Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Tapsel, Leni Marlina Nasution, menambahkan bahwa dari total 248 Desa dan Kelurahan yang ada di wilayah Tapsel, jumlah penyuluh yang tersedia dan aktif saat ini baru sekitar 138 orang. Kondisi ini mengindikasikan masih terdapat kekurangan tenaga penyuluh jika mengacu pada target satu desa satu penyuluh.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar para penyuluh pertanian dapat bekerja secara maksimal dalam memulihkan kondisi pertanian pascabencana serta menjaga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” pungkas Leni. (Parlin Pohan-HT)

