TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– 3 bocah kakak beradik kandung yang tewas di dalam sumur areal persawahan Lumban Ratus, di Desa Harean, Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jum’at (13/6/2025) sekira pukul 16:00 WIB kemarin, akhirnya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Sabtu (114/06/2024) Siang.

Ketiga korban merupakan bersaudara kandung Tiara Silaban (5), David Silaban (4) dan Vayona Silaban (2) dikubur dalam satu liang lahad. Ratusan warga desa tersebut mengantar di tempat peristirahatan terakhir ketiga bocah tersebut.

Ketiganya merupakan buah hati pasangan suami istri Hotdiman Silaban dan Derma Br. Sitompul.

Foto: Tangisan orang tua dan keluarga serta pelayat di rumah duka, 3 balita kakak beradik kandung yang meninggal dunia karena masuk sumur. (Ist)

Informasi yang di peroleh dari Kasi Pemerintah (Perangkat Desa Harean), Rian Michael Hutahaean menjelaskan bahwa ketiga jenazah bocah ini sudah di makamkan Sabtu (14/6/2025) Siang di TPU desa setempat dalam satu liang.

Ketiga jenazah beserta rombongan pengantar jenazah tiba di pemakaman jenazah diantar oleh rombongan tetangga beserta sanak saudara dan ratusan warga Desa Harean.

Pada pukul 14.00 WIB, ketiga jenazah mulai masuk ke dalam liang lahat dalam prosesi pemakaman secara Kristen diiringi nyanyian rohani dan doa di pimpin Pendeta Yobel Manullang dari Resort HKBP Eben Ezer Sisoma.

Terlihat kedua orangtua dan para pelayat yang mengantarkan jenazah, meneteskan air mata. Isak tangis juga terdengar dari pelayat.

Sebelumnya diberitakan duka mendalam menyelimuti warga Desa Harean, Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, setelah tiga balita kakak beradik ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah sumur kecil yang terletak di areal persawahan, Jumat (13/6/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketiga korban diketahui adalah anak kandung pasangan Hotdiman Silaban dan Derma Br. Sitompul. Mereka adalah Tiara Silaban (5 tahun), David Silaban (4 tahun), dan Vayona Silaban (2 tahun).

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan ini terjadi saat kedua orang tua korban sedang bekerja di sawah. Ketiga anak ditinggalkan di sebuah pondok (sopo) yang berlokasi tak jauh dari lokasi sumur.

Kepala Desa Harean, Donni Hutagalung, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian itu sontak membuat geger masyarakat sekitar.

“Benar, kejadiannya tadi sore. Ketiga balita tersebut ditinggal orang tuanya di pondok sawah. Saat kembali, anak-anak sudah tidak ada di tempat,” ungkap Donni kepada awak media.

Setelah dilakukan pencarian di sekitar pondok, ketiganya ditemukan sudah berada di dalam sumur kecil yang terletak di tepi sawah. Sayangnya, saat berhasil diangkat, tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka, dan tim medis yang memeriksa memastikan bahwa mereka telah meninggal dunia.

Peristiwa ini mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Kepala Desa juga telah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak balita.

“Kita harap ini menjadi peringatan bagi semua orang tua agar lebih berhati-hati. Jangan biarkan anak-anak tanpa pengawasan, baik di ladang maupun di rumah,” tambah Donni Hutagalung. (Sabar Sitompul)