Anwar Fahmi Siregar: Sekretaris Umum BADKO HMI Sumatera Utara
Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten yakni Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas, tertinggal dari segi infrastruktur. Banyak jalan rusak di Tabagsel, dibanding daerah lain. Misalnya jalan Sipiongot ke Sipirok yang sudah puluhan tahun tidak dibangun, sangat menyengsarkan masyarakat.
Walaupun kemarin sudah ada masalah KPK, jangan sampai pembangunan jalan Sipiongot gagal!.
Begitu juga Jalan Aek Godang ke Sibuhuan juga sudah puluhan tahun tidak dibangun. Daerah disana sangat tertinggal, dari perekonomian, pendidikan dan kesehatan.
Jalan Baru By Pass di Padangsidimpuan juga sudah sangat rusak parah, padahal jalan By Pass di Balige dan Parapat sangat bagus dan mulus.
Karena jalan By Pass di Padangsidimpuan rusak parah, menghambat aktivitas ekonomi masyarakat dan membahayakan pengemudi.
Belum lagi jalan Padangsidimpuan Pal XI yg sering parah dan macet karena truk jatuh, volume kendaraan sangat tinggi, sering lewat truk muatan 30 ton ke atas, kalau sudah lewat truk itu terjadi antrian panjang.
Puluhan Tahun Masyarakat Mengalami Kesengsaraan
Dari segi kesehatan, sudah puluhan tahun masyarakat Tabagsel tidak punya Rumah Aakit Rujukan tingkat Nasional di Tabagsel. Kalau sudah perlu pengobatan lanjutan harus ke Medan atau ke Bukittinggi, jaraknya sangat jauh. Yang sehat aja kecapekan kalau dirujuk, apalagi yang sakit. Banyak sudah yang wafat diperjalanan selama perjalanan ke Rumah Sakit Rujukan Provinsi.
Kejadian ini sudah puluhan tahun terjadi
Kita sangat prihatin, apakah ini akan dibiarkan terus menerus
Harus ada perhatian dari Pemerintah Provinsi dan Nasional
Kita berharap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution turun tangan menjawab persoalan ini
Ada 1 juta orang di Tabagsel ini, sudah sangat layak ada Rumah Sakit Rujukan Kelas Nasional di Tabagsel ini. Tidak perlu lagi ke Medan atau ke Bukittinggi, kalau mau berobat.
Dari segi pendidikan. Tidak ada lagi sekolah Kelas Nasional di Tabagsel.
Padahal sejak zaman belanda, Tabagsel adalah ‘gudang penghasil’ tokoh Kelas Nasional, sejak zaman Williem Iskandar tahun 1800-an sampe zaman Pak Bobby Nasution.
Perlu ada sekolah dari Tingkat Dasar, Menengah dan Tinggi Kelas Nasional di Tabagsel.
Tidak adanya sekolah ini, sering kali orang Tabagsel jadi merantau untuk sekolah dan tidak kembali lagi. Jadi daerah ini tetap tertinggal sampai hari ini.
Perlu Perguruan Tinggi Negeri disini untuk mengakselerasi pembangunan daerah menuju indonesia emas 2045. Tidak ada waktu lagi, segera bangun disini SMA seperti Taruna Nusantara di Tabagsel dan Perguruan Tinggi Negeri di Tabagsel.
Sekolah rakyat sesuai visi asta cita presiden Prabowo saya dengar sudah ada disini, harus kita dukung.
Waktu semakin menipis, anak-anak muda tumbuh terus disini. Ancaman penganguran akan nyata dalam waktu dekat. Kemiskinan menjadi niscaya kalau tidak ada perubahan segera..l
Pendidikan adalah jalan mengubah peradaban ke arah yang lebih baik lagi.
Berharap persoalan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan harus segera dijawab oleh pemerintah.
Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi sangat kita harapkan dan wajib dilakukan segera, demi menjawab tantangan zaman.
Kalau kita tidak segera berbenah, Tabagsel akan dimakan sejarah dan jadi ‘anak tiri’ selamanya..!!!. (***)


