TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– PT Agincourt Resource (PTAR) yang beroperasi dibidang Pertambangan emas di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan akhirnya memberikan Tanggapan dan Jawaban atas beberapa pertanyaan yang diberikan Wartawan Harian Tabagsel Kepada PTAR Melalui Hubungan Masyarakat (Humas) atas adanya salah satu pemerhati sosial di wilayah Tabagsel yang mengkritisi PTAR.
Kepada Wartawan Harian Tabagsel Humas PTAR, Ocha memberikan Jawaban atas beberapa pertanyaan yang diberikan Wartawan Harian Tabagsel kepada PTAR antaranya :
1. Sejauh mana kedekatan PTAR dengan masyarakat?
PT Agincourt Resources (PTAR) menjadikan masyarakat lokal sebagai pemangku kepentingan utama dalam strategi jangka panjang bisnis yang berkelanjutan. Melalui berbagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PTAR telah aktif di 15 desa terdampak area tambang serta area di Tapanuli Selatan.
Pada tahun 2024, perusahaan menginvestasikan USD 2,7 juta dalam PPM yang memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 32.696 individu melalui program pendidikan, kesehatan, bisnis lokal, infrastruktur, dan lainnya.
2. Apa saja program sosial bagi masyarakat Tapanuli Selatan?
Berdasarkan Rencana Induk PPM 2018–2031, PTAR fokus pada 8 pilar pembangunan:
1. Pendidikan – Beasiswa Martabe Prestasi, fasilitas pendidikan.
2. Kesehatan – Program operasi katarak, penyediaan dokter spesialis di desa
3. Pendapatan & Pekerjaan – Diversifikasi peluang berbasis potensi lokal
4. Pengembangan Bisnis & Ekonomi Lokal – Mendukung sentra usaha masyarakat
5. Pembangunan Infrastruktur – Perbaikan jalan, drainase, fasilitas umum
6. Masyarakat Berbasis Pengelolaan Lingkungan – Lubuk larangan, manajemen sampah
7. Kapasitas Kelembagaan Masyarakat – Peningkatan kapasitas kelembagaan lokal
8. Sosial dan Budaya: Revitalisasi seni, budaya, olahraga
Hingga 2024, dana sebesar USD 2,7 juta telah disalurkan dengan dampak luas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.
3. Bagaimana PTAR menjaga kelestarian lingkungan?
Melindungi lingkungan adalah bagian inti dari strategi operasional kami. Pengelolaan dampak keanekaragaman hayati di Tambang Emas Martabe mengikuti hierarki mitigasi—pendekatan terstruktur untuk menghindari, meminimalkan, memulihkan, dan, jika perlu, mengimbangi dampak terhadap ekosistem sekitar.
Kami berkomitmen untuk meminimalkan jejak lingkungan dengan mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko keanekaragaman hayati di area proyek kami. Pendekatan kami berfokus pada pelestarian ekosistem, perlindungan spesies asli, serta pemulihan habitat. Secara aktif kami melibatkan komunitas lokal, para ahli/peneliti, dan regulator untuk memastikan praktik kami sejalan dengan standar lingkungan nasional maupun internasional.
Melalui perbaikan berkelanjutan dan pengelolaan yang bertanggung jawab, kami berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan jangka panjang sekaligus mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan wilayah tempat kami beroperasi.
Di luar site Tambang Emas Martabe, PTAR secara aktif melestarikan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Hal ini terbukti dari pengelolaan area mangrove seluas 29 hektar di Tapanuli Tengah, pengelolaan sampah plastik masyarakat melalui program “Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” yang mengasar pengumpulan dan pengolahan 10.000 botol plastik menjadi ecobrick, serta pelestarian penyu di Muara Opu.
Upaya-upaya ini mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup melalui Penghargaan PROPER Hijau yang diterima PTAR selama 2 tahun berturut-turut serta Penghargaan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Terbaik Tahun 2024 dari Kementerian ESDM.
Sebelumnya diberitakan atas Adanya salah satu Pemerhati Sosial Tabagsel, Sabar M Sitompul mengkritisi PTAR yang beroperasi sejak sekian tahun di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sabar melihat Alam Tapsel Kaya, akan tetapi masih ada dari warganya yang hidup di garis kemiskinan.
Tentunya keberadaan PTAR seharusnya memberikan manfaat dan kontribusi yang besar untuk Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan katanya kepada Wartawan Harian Tabagsel.
Pemerhati Sosial Tabagsel, Sabar M Sitompul mengkritisi PTAR dari Media Sosial Facebooknya dan beragam komentar datang dari pengikutnya.
Atas hal itu, Wartawan Harian Tabagsel menghubungi Humas PTAR dan memberikan 3 Pertanyaan Spesifik Kepada PTAR.
Pada Hari Minggu Malam, 27 Juli 2025 , PTAR melalui Bagian Hubungan Masyarakat (Humas), Ocha memberikan Jawaban atas pertanyaan yang diberikan Wartawan Harian Tabagsel setelah Pemerhati Sosial Tabagsel, Sabar M Sitompul mengkritisi PT Agincourt Resource yang beroperasi di Kecamatan Batangtoru,Kabupaten Tapanuli Selatan. (Saipul Bahri Siregar)


