TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Beredar video di Media Sosial (Medsos) dengan narasi bahwa Operasi Pasar dan Pasar Murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kabupaten Tapanuli Selatan di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, terjadi cekcok antara pedagang dengan pihak pemerintah yang melaksanakan pasar murah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tapanuli Selatan, Novita Sari Wahyuni menjelaskan bahwa apa yang ada dalam video dan narasi itu memang benar terjadi cekcok dengan pedagang.

Hanya saja pihaknya tidak cekcok dengan pedagang setempat melainkan pedagang kopi dari Sidikalang.

“Makanya beritanya salah itu. Mohon diluruskan. Bukan pedagang Tapsel tetapi pedagang kopi dari Sidikalang yang ribut itu. Sekali lagi bukan masyarakat atau pedagang Tapsel tapi penjual kopi dari Sidikalang,” tegasnya.

Dalam video diketahui pedagang keberatan dengan keberadaan pasar murah yang dilaksanakan pada saat hari pasar.

Sehingga pedagang itu khawatir usai pasar murah setelah mereka tidak kembali lagi maka harga akan jatuh dan tidak sesuai lagi harga pasar, karena harga yang ditawarkan pasar murah jauh lebih murah dari harga pasaran.

Hal inilah yang menjadi dasar cekcok antara pedagang dengan pihak Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Tapanuli Selatan selaku pengelola pasar murah tersebut.

Novita Sari Wahyuni menjelaskan Operasi Pasar dan Pasar Murah menjadi salah satu langkah Pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan dalam pemenuhan bahan pangan.

Dalam rangka menjaga pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat, pemerintah telah menggelar sejumlah operasi pasar dan pasar murah. Selain untuk hal tersebut, kegiatan ini juga bertujuan untuk memonitor penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dan tujuan lasar murah ini kami hadirkan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin. Yang paling penting, tidak ada beras oplosan. Masyarakat kabupaten Tapanuli syelatan berhak mendapatkan beras yang layak konsumsi,” jelas Novita.

Kata Novita, pasar murah diadakan di lokasi pasar dengan beberapa pertimbangan utama yaitu, untuk memudahkan akses masyarakat, menjaga stabilitas harga pangan, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Selain itu kata Novita, pasar murah juga dapat menjadi ajang promosi bagi pasar tradisional dan produk lokal. Dengan demikian, pasar murah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga dapat membantu menghidupkan kembali pasar tradisional. (Rel)