PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Lawas menggelar Silaturrahim sekaligud dialog umat, Selasa (11/11) di Aula Kantor MUI komplek Masjid Agung Al-Munawwarah Sibuhuan. Mutlak pembahasan para ulama ini mengenai kemajuan umat dan daerah.

Ketua Panitia Ustad H Abdul Haris menyebutkan giat ini merupakan program Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kabupaten Padang alawas. Tujuannya untuk menyambungkan visi dan misi guna membangun soliditas umat dalam mewujudkan padang lawas maju.

“Sesuai dengan tema yang dibawakan. Pesertanya para ketua MUI Kecamatan se Padang Lawas, Ormas Islam, Dewan Pembina MUI. Dan juga mengundang narasumber,” kata Ustad Haris merujuk pada narasumbernya, DPRD oleh H Puli Parisan Lc, Kasat Binmas Iptu G Harahap mewakili Kapolres, Ketua PC NU H Syafaruddin Hasibuan MA, Ketua BSPPL H Fauzan Hamidi Hasibuan, dan Rektor IAI Padang Lawas yang diwakili Wakil Rektor I Arpin Hasibuan MPd. 

Ketua MUI, H Ismail Nasution MTh mengatakan acara ini selain jadi program MUI Padang Lawas, juga jadi tindaklanjut MUI Provinsi Sumatera Utara. Alasannya juga sebagai momen persatuan dan kolaborasi antara Ulama’ dan Umara’ menuju Padang Lawas Maju.

Ada dua disebutkan pengertian kata Maju tersebut. Maju dalam arti bahasa, dan maju dalam arti secara singkatan (Mandiri, Amanah, Jaya, dan Unggul).

“Itulah nanti yang jadi topik pembahasan oleh narasumber kita. Harapannya, acara ini sebagai langkah kolaborasi Ulama’ dan Umara’ dan unsur lainnya memajukan umat padang lawas,” tandas Ustad Ismail. 

Disitu Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan SE menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta Ulama memajukan daerah. Terlebih lewat dialog yang nantinya dijadikan masukan untuk pembangunan umat dan daerah.

Dikesempatan itu, Bupati menyinggung soal pelayanan umat para pedagang pasar sibuhuan. Dimana langkah strategi Bupati berencana memindahkan pusat pasar saat ini ke pasar baru banjar raja sibuhuan merupakan niat pemerataan pelayanan umat. Bukan saja saat kepemimpinannya, malah rencana ini sudah dilakukan sejak jaman bupati sebelumnya, Bupati TSO.

Perencanaan itu sampai menjaminkan kepemilikan pasar di Banjar Raja nantinya akan beralih ke Pemda. Lebih dari itu, para pedagang juga diberikan jaminan Hak Guna Bangunan (HGB) selama 20 tahun.

“Jika tidak sanggup membayar, pedagang juga akan dikoordinasikan kita sambungkan dengan Bank untuk pembiayaannya,” jelas Bupati yang biasa disapa PMA ini.

Langkah bupati ini juga sebagai langkah memajukan masyarakat dan kabupaten secara menyeluruh. Termasuk nantinya pelebaran jalan Empat Simpang dari poros Simpang Empat Pasar Sibuhuan.

“Saya juga sudah membicarakan ini dengan Pak Gubernur. Dan rencananya bapak gubernur akan turun ke Padang Lawas meninjau jalan itu. Sedikit curhatan ini Saya sampaikan agar nantinya juga bisa dibahas dalam dialog umat ini. Hasilnya nanti bisa kembali disampaikan kepada Kami untuk sebagai masukan membangun umat dan daerah padang lawas kita ini,” ujar PMA seiring membuka giat MUI tersebut. (Parningotan Aritonang-HT)