PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Padangsidimpuan, layak untuk dievaluasi. Sebab, hingga menjelang akhir tahun realisasi pendapatan asli daerah (PAD) masih rendah 66% dari total target.
Salah satu contoh Dinas Perhubungan masih jauh dari harapan. Padahal, sektor parkir merupakan target primadona PAD apabila dikelola dengan baik. Bagaimana tidak, hampir di seluruh wilayah Kota Salak dijadikan titik parkir.
Data yang diperoleh target retribusi parkir tahun 2025 sebesar Rp2.234.306.613. Namun, hingga November 2025, realisasi retribusi dari penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum hanya Rp450 juta atau 20,15%.
Ketua Gerindra Kota Padangsidimpuan, Rusydi Nasution mengatakan, pimpinan OPD harus terus didorong agar target PAD dapat terealisasi.
“Kita mesti mendorong agar para OPD bekerja serius, sungguh-sungguh dan lebih giat agar target PAD tercapai,” ujarnya.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan ini mengatakan, pemerintah, harus mempunyai kesadaran bersama bahwa PAD adalah sumber pendapatan yang juga menjadi instrumen strategis dalam menunjangan keberlangsungan pembangunan di daerah.
“Sense of crisis kita perlu ditumbuhkan, di tengah menurunnya dana transfer pusat, terlebih lagi belanja pegawai yang tidak boleh melebihi 30% dari total belanja daerah sesuai dengan UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat Daerah,” ungkapnya.
Rusydi, yang juga Ketua Almuni IPB Psp-Tapsel-Paluta ini menyarankan agar Pemerintah Kota Padangsidimpuan juga harus mengevalausi diri, karena rendahya realisasi PAD jangan-jangan mencerminkan rendahnya kepercayaan masyarakat akan layanan publik.
“Karena sejatinya semakin baik layanan publik, semakin tinggi kesediaan masyarakat utk membayar pajak dan retribusi,” tegas Rusydi. (Rel-HT)


