PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Tim gabungan kembali menemukan 3 Jenajah pasca banjir melanda Huta Godang, ketiga jenajah ini ditemukan di sungai Aek Garoga Desa Pardamean, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025).
Informasi diterima media ini melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Pardamean yang menyebut, sekitar jam 10.00 WIB melaporkan adanya mayat yang terlihat tersangkut di aliran Sungai Aek Garoga. Kabar tersebut segera membuat aparat kecamatan, TNI, Polri, tenaga kesehatan dari Puskesmas Hutaraja, dan masyarakat setempat bergerak cepat.
Tak sedikit warga yang ikut mendampingi proses pencarian, diliputi harapan agar korban yang ditemukan dapat segera diidentifikasi dan dikembalikan pada keluarga mereka.
Tepat pukul 14.00 WIB, jenazah pertama berhasil dievakuasi di pinggir sumgai kebun masyarakat. Petugas menyebut tubuh korban terbawa arus cukup jauh hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Di Puskesmas Batangtoru, tim medis langsung melakukan pemeriksaan awal, sebuah proses penuh kehati-hatian yang menjadi langkah awal bagi keluarga untuk menemukan kepastian dari ketidakpastian yang menyesakkan.
Suasana duka tudak sampai disitu, Saat senja mulai turun, tim gabungan kembali menemukan dua jenazah lainnya di titik berbeda namun masih dalam jalur aliran banjir. Keduanya dievakuasi bersamaan sekitar pukul 18.45 WIB.
Medan yang licin, arus air yang masih deras, serta minimnya cahaya menambah berat langkah para relawan dan petugas, tetapi mereka tetap bekerja tanpa ragu, disatukan oleh rasa kemanusiaan dan empati mendalam pada para korban.
Setibanya di puskesmas, proses identifikasi ketiga jenazah dilakukan dengan penuh ketelitian. Pemeriksaan visual, dokumentasi forensik sederhana, hingga pencocokan dengan ciri yang dilaporkan keluarga orang hilang mulai disusun satu per satu. Bagi petugas, ini bukan hanya soal prosedur, tetapi tentang memberikan jawaban kepada keluarga yang sejak banjir melanda terus dihantui kecemasan.
Penemuan tiga jenazah ini menjadi pengingat betapa dahsyatnya dampak banjir yang melanda Huta Godang. Tak hanya merusak rumah dan lahan, bencana ini juga merenggut jiwa dan menyisakan luka psikologis mendalam bagi warga yang selamat.
Para ahli kebencanaan menilai kombinasi curah hujan ekstrem dan kondisi geografis yang curam membuat limpasan air bergerak cepat, memberi sedikit waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri.
Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan pemantauan dan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan, jelas Sekdes Pardamean. (Rahmat Efendi Nasution-HT)


