TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Akibat Intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan cuaca ekstrem dalam dua minggu ini, menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terendam banjir, seperti di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, sekitar 500 KK rumah warga terendam banjir.
Lurah Rianiate, Rahmaini S.Pd kepada HARIAN TABAGSEL mengatakan, air mulai merendam jalan nasional lintas barat dan perumahan warga ini terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur tanpa henti sejak dua minggu terakhir.
Puncaknya pada Rabu (26/11/2025) air mulai masuk ke jalan dan ke perumahan warga, lebih sekitar 2 meter kedalamannya. Akan tetapi per hari ini, jumat (28/11/2025) air sudah mulai surut sedikit.
“Mulai surut air nya pak, untuk ketinggian airnya, sekitar dua meter lebih perkiraan kami, dan untuk yang terdampak banjir sekitar 500 KK,” katanya.
Lurah Rianiate, Rahmaini, S.Pd juga bercerita bahwa Pemkab Tapsel sudah berupaya untuk segera mungkin mengucurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
“Insya Allah, besok bantuan untuk warga saya, akan sampai, hanya saja saat ini, jalan dari kecamatan Batang Toru sedang terhalang,” ceritanya.
Lurah juga menambahkan bahwa untuk korban jiwa, akibat banjir di kelurahan yang dipimpinnya tidak memakan korban jiwa.
“Alhamdulillah aman semua warga saya pak, dan selamat semuanya,” tambahnya.
Babinsa Kelurahan Rianiate, Koptu Selamat Bandol Siregar (Koramil 19 Siais) ketika dihubungi wartawan harian tabagsel membenarkan peristiwa banjir yang menimpa lokasi kelurahan yang dalam binaannya.
“Tadi saya baru dari kelurahan Rianiate dek, saya berjuang lewat dari kecamatan Batang Toru agar sampai disana,” tuturnya.
SB Siregar juga menambahkan bahwa, banjir kali ini hampir menenggelamkan mesjid Baiturrahman di Kelurahan Rianiate, akan tetapi banjir untuk hari ini mulai surut ungkapnya kepada HARIAN TABAGSEL.
Ditempat terpisah di Dusun Sibara-Bara, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel menurut pantauan Babinsa TNI Simataniari, Zul Harahap mengatakan bahwa akses jalan menuju Dusun Sibara-Bara belum bisa dilalui roda dua dan roda empat, dirinya juga hadir langsung di lokasi banjir. (Saipul Bahri Siregar-HT)


