TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Sinar mentari mulai tampak, Minggu (30/11/2025) namun suasana pasca banjir dan longsor di beberapa titik Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) masih membekas didalam hati Masyarakat sekitar.

Seperti di Kelurahan Pardomuan, ada beberapa titik jalan yang amblas dan berlumpur akibat cuaca ekstrem sejak minggu lalu, dimana mengakibatkan sejumlah titik jalan kabupaten rusak parah dan amblas. Jalan yang rusak dan amblas berada di lingkungan Somel, sepanjang sekitar 100 meter, diduga akibat terkikisnya tanah tempat jalan sekitar area sungai batang salai.

Informasi dihimpun wartawan Harian Tabagsel dilapangan, kejadian meluapnya sungai batang salai dan amblasnya jalan di lingkungan Somel, Kelurahan Pardomuan terjadi pada Rabu (26/11/2025) diduga akibat curah hujan yang sangat tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Angkola Selatan.

Salah satu warga lingkungan Somel, Permohonan Harahap (48) bercerita bahwa amblasnya jalan kabupaten tersebut akibat hujan deras yang terus mengguyur. Salah satu rumah makan milik pria yang akrab disapa Pulungan Sigala-gala juga terkena dampak banjir tersebut.

“Rumah makan Sigala-gala masih sempat dibongkar sebagian, hanya 10 persen saja bahan rumahnya yang dibawa derasnya aliran sungai batang salai, alhamdulillah, semua keluarganya selamat, dan tidak ada korban jiwa disini,” ceritanya kepada Harian Tabagsel ditempat kejadian. 

Pantauan Harian Tabagsel dilapangan, untuk sementara jalan kabupaten di lingkungan Somel, Kelurahan Pardomuan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sedangkan untuk kenderaan roda dua tidak ada halangan dengan jalur darurat yang merupakan inisiatif warga sekitar.

Sedangkan untuk lokasi banjir terjadi di area lokasi Laba Lasiak, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, sekitar 100 orang dan 50 KK berada di tempat pengungsian.

Babinsa Kelurahan Pardomuan, Romi Sikumbang bercerita bahwa dirinya dan Camat Angkola Selatan, Dodi Kurniawan Siregar, SAP, MM dan Lurah Pardomuan, Martua Siregar, S.Sos akan mengantarkan bantuan untuk para pengungsi ke Laba Lasiak, Minggu (30/11/2025).

“Di Laba Lasiak ada tenda pengungsian dek, hari ini kami menuju kesana untuk mengantar bantuan untuk warga,” ceritanya. 

Tanah Longsor Di Mosa Julu Desa Gunung Baringin, Angkola Selatan

Suasana penuh isak dan tangis juga terjadi di Dusun Mosa Julu, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Selasa (25/11/2025) lalu. Tanah longsor bersumber dari air rura (anak sungai kecil) diduga merupakan sumber dari bencana alam tersebut. Akibat cuaca ekstrem dan hujan deras dilokasi menyebabkan tanah longsor dan membawa sisa kayu yang sudah lama.

Salah satu warga setempat, Mahmudin Rangkuti (52) mengatakan kepada Harian Tabagsel bahwa mereka berhamburan keluar rumah karena mendengar suara hurrrr yang berasal dari Aek Rura.

“Longsor membawa kayu dari air rura dekat perkampungan, sehingga delapan rumah warga sekitar terkena kayu air disertai kayu yang sudah lama, dan untuk rumah warga lainnya hanya terdampak lumpur,” katanya.

Mahmudin juga bercerita dirinya dan istrinya Linda Harahap (48) dua hari setelahnya memilih mengungsi ke rumah salah satu keluarga yang merupakan seorang wartawan bernama alex di Kota Padangsidimpuan selama dua hari, kemudian berangkat ke rumah keluarga lainnya di Pasar Matanggor, Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Saya bersama istri dua hari setelah tanah longsor, kami langsung berangkat menuju rumah keluarga, untuk mengungsi sementara, dan sebelumnya kami bergotong royong membersihkan sisa kayu dan lumpur yang menimpa rumah kami,” katanya.

Mahmudin juga menuturkan walaupun cobaan bencana alam menghampiri mereka, akan tetapi dirinya dan keluarga serta warga lainnya, masih bersyukur karena waktu kejadian siang hari, kalau sempat malam hari pasti ada korban jiwa tuturnya.

“Sehari pas kejadian pak, kami banyak yang menangis, bahkan saya lihat, yang punya mental kuat saja ikut menangis sedih dan terpukul mentalnya, apalagi beberapa dari kaum ibu sedang berbelanja ke pusat kota,” tutupnya.

Kepala Desa Gunung Baringin, Iran Saleh Harahap ketika dihubungi Harian Tabagsel megatakan bahwa situasi pada minggu (30/11/2025) mulai membaik dan kondusif . Akses jalan menuju Desa Gunung Baringin dari arah sipang lingkungan Garonggang sudah bisa dilalui roda dua dan empat.

“Alhamdulillah, sudah aman dek, simpang garonggang menuju mosa julu bisa dilalui mobil, namun untuk ke arah mosa julu menuju palang, hanya bisa dilalui kenderaan roda dua,” katanya. (Saipul Bahri Siregar-HT)