PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Sejak diterjang bencana banjir dan longsor Sabtu (23/11/2025) hingga Senin (1/12/2025) atau sepekan sejumlah desa gelap gulita akibat matinya aliran listrik. 4 desa di wilayah Siulang-Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal yang berpenduduk belasan ribu jiwa sudah sepekan gelap gulita sejak PLTMH yang selama ini menjadi sumber listrik hancur diterjang banjir.

Salah seorang warga Lubuk Kapundung II, Sadun Lubis kepada media Senin (1/12/2025), menuturkan kondisi desanya sudah seminggu gelap yang menyulitkan masyarakat untuk beraktifiktas bertahan sejak ditimpa banjir.

“Kami disini tiap malam gelap gulita dan hanya mengandalkan genset itupun 3 hari terakhir ini sudah tidak berfungsi karena BBM kosong,”ujar Sadun Lubis.

Kemudian Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan yang berpenduduk ratusan KK juga mengalami hal yang sama. Sejak desa ditimpa banjir Selasa (25/11/2025) sampai sekarang mengalami gelap gulita akibat PLTMH yang selama ini sumber listrik hancur diterjang banjir.

“Kami sudah pasrah dengan keadaan ini, karena lokasi desa kami juga sangat terpencil dan jangankan listrik bantuan secuil pun belum ada sampai hari ini,” ujar Rahman Harahap warga Dusun Tano Ponggol, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli selatan kepada media.

Informasi yang didapat media masih banyak desa yang juga mengalami gelap gulita sejak diterjang banjir seperti Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur dan lain-lain.

Direktur Paladam, Subanta Rampang Ayu, ST meminta Pemda Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan lebih fokus dalam menyisir desa-desa mana lagi yang terdampak banjir khususnya layanan dasar seperti listrik dan air bersih agar penderitaan warga tidak bertambah dan dengan adanya penerangan akan membuat warga bisa lebih bertahan dalam menghadapi dampak banjir.

“Pemkab Tapsel dan Madina hendaknya responsif dengan memberdayakan jaringan aparatur dibawahnya seperti camat dan kades jangan terlena dengan laporan asal bapak senang,” kata Subanta Rampang Ayu, ST. (Rel-HT)