TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mengatakan bahwa masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Tapsel diperpanjang hingga 14 hari kedepan karena masih banyak yang harus dilakukan.
Diantaranya evakuasi korban dan juga masih ada daerah yang bahkan masih terisolir seperti di daerah Marancar.
Hal ini dikatakan Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu saat mendatangi posko pengungsian di Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Minggu (8/12/2025) malam didampingi Wakil Bupati, Jaffar Syahbuddin Ritonga saat mendampingi rombongan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Sabam Rajagukguk, Ketua DPC Partai Gerindra Tapsel, Abdul Basith Dalimunthe, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan, Rusydi Nasution dan kader Gerindra yang juga Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Harry Pahlevi Harahap.
Ditambahkan Bupati, sesuai dengan kordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), pemerintah pusat akan memberikan bantuan pembangunan rumah kepada warga terdampak.
Nantinya akan ada kriteria bantuan disesuaikan dengan kondisi kerusakan rumah warga. Dan untuk sementara akan dibangun Hunian Sementara (Huntara) agar warga bisa kembali beraktivitas.
Selanjutnya setelah beberapa waktu kemudian barulah pemerintah pusat akan melanjutkan kembali pembangunan rumah hingga menjadi Hunian Tetap (Huntap).
“Dari 15 kecamatan 13 diantaranya terdampak bencana ini. Bahkan ada 6 desa di wilayah Marancar kampung saya masih terisolir sampai sekarang,” ucapnya.
Bahkan dirinya sampai meminta maaf kepada warga karena baru bisa datang ke Tolang Jae sejak bencana terjadi.
“Tapi Bapak Wakil Bupati sudah datang sebelumnya. Saya memang baru bisa datang hari ini. Karena memang hampir seluruh wilayah Tapsel itu terdampak bencana,” ujarnya. (Parlin Pohan-HT)


