TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Sungguh miris, baru sekitar satu bulan pasca bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) beberapa orang diduga para pelaku pembalak liar dan perambah hutan (Ilegal Logging) kembali beraksi disekitar Lembah Lubuk Raya, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dengan duduk santai, para pelaku menjawab pertanyaan yang dilontarkan Tim yang menemukan mereka. Salah satu Tim pengguna sosial media Facebook, Tanjung Sangpetualang mengunggah postingannya, bagaimana detik-detik mereka melakukan penemuan dan penangkapan para pembalak liar, Minggu (21/12/2025).

Tanjung Sangpetualang menuliskan di akun media sosial miliknya “detik detik penangkapan ilegal lojing di lubuk raya,” tulisnya dalam narasi video yang dibagikannya di Forum Komunikasi Masyarakat Tapsel.

Terlihat di vidio suara bising dan keras dari mesin Cainshaw yang digunakan para pelaku pembalak liar, dan perusak hutan tersebut saat beraksi.

Dalam video yang beredar tersebut terlihat juga perbincangan Tim yang menemukan diduga pelaku pembalak liar. Berikut isi perbincangan mereka :

“Orang Kampung mana?, aku orang pengarongannya aku, orang kampung sini aja, gak yang berani main kayu, kalau kawan ku tadi, adik saya, orang sini”,. Begitulah narasi dalam perbincangan Tim yang menemukannya mereka. Dengan santai pelaku diduga perambah hutan menjawab pertanyaan Tim yang menemukan mereka sembari duduk di atas kayu pohon besar yang di tumbang tanpa sedikitpun merasa bersalah.

Dari hasil penelusuran di akun media sosial Facebook milik Tanjung Sangpetualang, terlihat dirinya menggunakan kaos BKSDA, sehingga diduga yang menemukan pelaku pembalak liar di lembah Lubuk raya adalah TIM Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Publik mengharapkan agar Aparat Penegak Hukum (APH) menindak diduga pelaku pembalak liar, agar lembah Lubuk raya tetap hijau dan terjaga serta tidak mengakibatkan bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Camat Angkola Barat, Mhd Thohir Parlindungan belum mengetahui kejadian diduga Tim BKSDA yang menemukan para pelaku pembalak liar karena belum ada kordinasi dan komunikasi.

“Tadi saya sudah kirim pesan WA ke Kadesnya dek, Kades juga belum mengetahui informasinya,” katanya kepada media ini.

Sementara itu, salah satu perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Padangsidimpuan yang berhasil dihubungi wartawan, belum mengetahui kejadian ditemukannya diduga pelaku perambah hutan di Lembah Lubuk Raya.

“Kami belum mengetahuinya dek, setahu saya, kami belum ada melakukan penangkapan disana, terimakasih informasinya,” jawabnya singkat. (Saipul Bahri Siregar-HT)