TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Para nelayan di sekitar danau Siais, tepatnya di Aek Orsik, Lingkungan Aek Rambe, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan terdampak kayu gelondongan yang terbawa arus sungai Batangtoru pasca bencana banjir bandang menuju ke hilir, tempat mereka berusaha mencari penghidupan sehari-hari.

Salah satu nelayan mengungkapkan kegelisahan mereka pasca bencana alam melalui sebuah vidio di media sosial. Para nelayan mengungkapkan kekecewaan mereka, kepada ulah orang atau korporasi yang membuat tempat usaha mereka porak-poranda akibat kayu gelondongan itu, sehingga mereka tidak bisa melakukan aktivitas mereka untuk mencari ikan.

Berikut narasi vidio yang mereka bagikan:

“Assalamu’alaikum warohmatulohi wabarakatuh, Inilah kami pak nelayan yang ada di hilir, di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, saat ini mengeluhkan keadaan tempat kami, sungai yang tersumbat akibat kayu gelondongan. Terimakasih kepada pak Sekda sudah menyuruh kami ke lokasi, terimakasih bantuannya. Disini ada sekitar 3-4 Kilometer akses kami ke tempat berusaha terhalang kayu, ini entah ulah siapa, mereka bekerja menghasilkan milyaran rupiah, sedangkan kami, hanya mengharap 100 ribu rupiah per hari,” ungkap mereka dengan tegas, kesal dan penuh kekecewaan.

Nelayan juga memperlihatkan lokasi akses mereka yang dipenuhi kayu gelondongan, dan peralatan mereka rusak semuanya.

“Ini pak Rangkuti, alat perlengkapan untuk mencari ikan rusak semua, sekitar 10 set jaring, 40 perangkap ikan jenis pangilar (perangkap ikan dari kawat besi) hilang semuanya,” ucap salah satu nelayan saat di lokasi, tepatnya di Aek Orsik, Lingkungan Aek Rambe, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Selatan,”. Begitulah narasi yang dibagikan warga Net dengan akun Kylubis Vlog.

Kylubis Vlog juga menuliskan narasi di video yang diunggahnya melalui laman Facebooknya. Berikut narasi yang ia unggah, Senin (22/12/2025).

“Minta tolong untuk pemerintah juga mendengar keluh kesah nelayan yg ada di danau siais. Mereka juga terkena dampak dari bencana kemarin. Alat alat nelayan sudah habis diterjang banjir glondongan kayu kayu ini. Semoga nelayan danau siais juga dapat perhatian pemerintah agar bisa segera di bantu untuk membersihkan kayu kayu gelondongan ini agar mereka bisa kembali bekerja dan ekonomi kami kembali berputar. Dan mendapat bantuan alat alat nelayan kembali,” tulisnya di media sosialnya.

Perusahaan  yang diduga beroperasi di hulu sungai Batangtoru, Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) Simarboru dan Perusahaan Tambang Emas PT AR ketika dikonfirmasi Harian Tabagsel mengenai keluh dan kesah nelayan di hilir sungai Batangtoru, pihak Humas PLTA dan PT AR belum bisa memberikan keterangannya sampai berita ini dikirimkan ke meja Redaksi.

Di tempat terpisah, Camat Angkola Sangkunur, Daniel Afandi Haharap ketikan dihubungi Harian Tabagsel mengatakan, bahwa hari ini, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu sudah meninjau dan mengunjungi para nelayan terdampak bencana alam itu ke lokasi.

“Sudah masuk hari ini, pak bupati ke lokasi untuk melihat dan meninjaunya dek,” ungkapnya kepada wartawan Harian Tabagsel. (Saipul Bahri Siregar-HT)