TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Banjir susulan telah terjadi di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (26/12/2025) lalu, tepatnya di tiga lokasi berbeda, Kampung Utama, Lorong IV dan Lorong II serta di Kampung Cemara.
Hal ini disampaikan Kapolsek Batang Toru, AKP M Siboro melalui Bhabinkamtibmas Angkola Sangkunur, Brigpol Wendi Pramono, SH kepada Harian Tabagsel. Peristiwa banjir susulan tersebut diakibatkan tingginya curah hujan sekira pukul 17.00 Wib, sehingga sungai Batangtoru meluap ke pemukiman warga. Air yang meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian air 1sampai dengan 1,5 meter akibat kejadian banjir susulan.
Menerima informasi dari Kepala Desa Bandar Tarutung, Sulhan Sihombing tersebut, tepatnya pada hari Sabtu pukul 16.00 Wib, Brigpol Wendi Pramono mendatangi lokasi bencana alam banjir, dan menghimbau Masyarakat untuk mencari tempat pengungsian.
Wendi juga berpesan agar warga tidak berada di rumah yang terendam banjir untuk mengantisipasi banjir susulan yang lebih besar lagi. Dirinya juga mengevakuasi warga, dan juga mengatakan agar rumah yang terdampak banjir, agar tidak ditempati lagi untuk keselamatan bersama.
Informasi diperoleh Harian Tabagsel, untuk data pengungsi di Desa Bandar Tarutung sebagai berikut :
Kampung Utama, Lorong I :
50 KK mengungsi dan 200 jiwa.
Kampung Utama, Lorong IV :
56 kk mengungsi dan 220 jiwa
Kampung cemara :
10 rumah tangga
40 jiwa
Akibat bencana banjir susulan di Desa Bandar Tarutung tersebut, menyebabkan kerugian meteril dan kerusakan fasilitas umum seperti sekolah SD Negri Bandar Tarutung teredam banjir dan pagar sekolah rusak.
Lahan dan kebun milik masyarakat hampir sebagian terendam banjir dan tidak bisa bekerja sehari-hari, dan 7 rumah hayut terbawa banjir. Sementara itu, untuk Korban jiwa tidak ada.
Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing membenarkan peristiwa banjir dan hanyutnya tujuh rumah warganya akibat banjir susulan tersebut, sedangkan untuk korban jiwa tidak ada.
“Iya dek benar, dan untuk korban jiwa tidak ada, hanya saja, saat ini, korban perasaan sedih, yang kami rasakan,” katanya kepada Harian Tabagsel. (Saipul Bahri Siregar-HT)


