PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Ternyata cerita layaknya Drama China (Dracin) tentang suami miskin di khianati istri yang memilki jabatan dan berselingkuh dengan pejabat juga terjadi di dunia nyata. Parahnya diduga para pezinah ini sama-sama memiliki pasangan yang sah secara agama dan negara.

Adalah Bahrum Harahap (49) seorang guru di salah satu Ponpes di Desa Padang Matinggi, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara yang mengalami pengkhianatan dari istrnya.

Bahrum bercerita bahwa istrinya, Maria Ulfa Siregar (saat ini menjabat Kepala Sekolah MTSN 1 Tapanuli Tengah) menggugat cerai dirinya pada Agustus 2025 lalu sebanyak dua kali. Dan saat ini masih dalam proses banding.

Bahrum mengatakan selama 18 tahun dirinya berumahtangga sejak Oktober 2006 lalu tidak ada masalah sama sekali meskipun mereka belum dikaruniai anak.

Hanya saja sejak awal tahun 2024 lalu mulai ada perubahan pada istrinya baik itu tidak lagi dalam satu rumah dan juga menolak kebutuhan biologis suaminya alias dirinya dan istrinya pisah ranjang tanpa ada pertengkaran sama sekali sejak Juli 2024, bahkan hingga detik ini dirinya tidak ada menceraikan istrinya baik secara agama maupun negara. Bahrum bahkan diusir dari rumah yang dibangun bersama istrinya oleh keluarga istrinya di Desa Padang Matinggi.

Tidak sampai disitu, pada kisaran Minggu ke dua Desember 2025, Bahrum Harahap menerima kabar mengejutkan dari salah satu kerabatnya bahwa istrinya, Maria Ulfa Siregar (45) melahirkan bayi perempuan di Rumah Sakit Meta Medika Kota Padangsidimpuan.

Setelah di selidiki, dari administrasi RS Swasta tersebut membenarkan bahwa ada pasien melahirkan bayi perempuan pada tanggal 16 Desember 2025 dengan nama ibu Maria Ulfa Siregar dan nama penanggungjawab, Baikuni, padahal suami Maria Ulfa Siregar adalah Bahrum Harahap.

“Waktu itu saya juga di telfon pihak rumah sakit mengabarkan soal kelahiran ini. Tentunya saya terkejut. Mungkin pihak rumah sakit bingung di KK nama suaminya dengan nama yang bertanggungjawab berbeda,” ucapnya lirih sambil menunjukkan bukti foto kelahiran tersebut.

Dari penelusuran yang dilakukannya, diketahui bahwa Baikuni ini yang kemudian diketahui bermarga Harahap adalah pejabat di Kemenag Paluta dengan jabatan Kasi Pakis dan juga sudah memiliki istri.

“Selain itu saya juga sudah membuat laporan Dumas ke Polres Tapsel atas dugaan perbuatan zinah ini,” sebutnya.

Menurut info dari berbagai sumber beberapa waktu yang lalu beredar isu kalau Maria Ulfa Siregar dan Baikuni Harahap diduga selingkuh.

“Saya tidak pernah kepikiran sama sekali. Karena beliau juga sudah ada istri dan pejabat di Kemenag yang paham dan mengerti agama, rasanya tidak mungkin. Apalagi istri saya juga tidak berperilaku aneh selama ini kecuali mulai awal tahun 2024 baru terlihat ada yang berubah,” ucapnya masih dengan nada tidak percaya.

Bahkan info yang beredar di kalangan mereka sendiri mengatakan bahwa keduanya diduga telah menikah di Kota Medan.

“Kabarnya begitu. Jikapun benar apa status pernikahan mereka sementara mereka masih sah secara agama dan negara memiliki pasangan masing-masing,” katanya.

KTU Kemenag Tapteng, Ismail dikonfirmasi tentang dugaan perbuatan zinah ASN di lingkup Kemenag Tapteng ini hanya menjawab akan menindaklanjuti.

“Tks infonya dan akan kami tindaklanjuti,” ucapnya melalui chat WhatsApp.

Sementara KTU Kemenag Paluta, Rosiddin Harahap meminta media untuk konfirmasi kepada Baikuni Harahap langsung.

“Untuk konfirmasi saya pikir langsung kepada yang bersangkutan, karena itu tentang Marwah dan nama baik yang bersangkutan. Atas nama lembaga dugaan yang dituduhkan kepada mereka sejauh ini belum kami peroleh informasi tentang dugaan itu, sehingga kami menganggap itu adalah tidak benar dan tidak berdasar,” jelasnya melalui WhatsApp.

Adapun yang dimaksud Rosiddin Harahap adalah:

1. Tidak ada laporan/pengaduan dari salah satu kedua belah pihak kepada Kemenag Paluta.

2. Tidak ada laporan, baik dari Istri maupun suami serta keluarga dari kedua tersebut.

3. Belum ada laporan dari masyarakat kepada Kemenag Paluta.

4. Tidak ada bukti yang Kemenag Paluta dapatkan atas dugaan tersebut.

Sementara Kasek MTSN 1 Tapteng, Maria Ulfa Siregar dan Kasi Pakis Kemenag Paluta, Baikuni Harahap belum berhasil dikonfirmasi meski pun chat melalui WA masuk atau aktif. Dan upaya konfirmasi akan terus media ini lakukan demi untuk perimbangan pemberitaan. (Rel-HT)