TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Begitu hebohnya pemberitaan tentang penggerebekan tambang ilegal di wilayah perbatasan Tapsel-Madina beberapa hari lalu. Seolah menegaskan bahwa polisi sangat serius dalam menegakkan supremasi hukum dibidang penegakan hukum terkhusus aktivitas tambang ilegal.

Namun yang selalu jadi pertanyaan adalah kenapa polisi seolah tebang pilih dalam menindak aktivitas tambang ilegal ini.

Terkhusus di wilayah Tabagsel sudah bukan rahasia lagi jika di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel sudah bertahun-tahun terjadi aktivitas tambang ilegal.

Bukan hanya masyarakat biasa saja bahkan diduga banyak oknum aparat, pejabat hingga organisasi yang juga ikut diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

Namun, hingga kini tidak ada tindakan tegas yang dilakukan oleh polisi, bahkan ada selentingan jika sejumlah oknum aparat juga diduga ikut terlibat sebagai back up dalam aktivitas tambang ilegal itu.

Sejumlah foto aktivitas tambang ilegal sudah dilaporkan ke Polres Tapsel untuk membuktikan bahwa terjadi aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Para pelakunya selain masyarakat biasa juga diduga di back up oleh oknum aparat sehingga membuat para pelaku semakin leluasa.

Aktivitas ini bahkan sudah dilaporkan oleh Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA) ke Polres Tapsel, namun sama sekali belum ada tindakan.

Beberapa waktu lalu sebelumnya pihak kecamatan bersama Forkopimcam Angkola Selatan sampai membuat spanduk Imbauan tentang larangan melakukan tambang ilegal.

Namun imbauan itu seolah dianggap angin lalu dan aktivitas terus berjalan. Hal ini ditenggarai karena adanya back up dari oknum aparat.

Bukan hanya di Angkola Selatan di Kabupaten Madina juga hal yang sama terjadi. Jika memang penggerebekan tambang ilegal beberapa waktu lalu adalah instruksi Kapolri langsung, lantas bagaimana dengan aktivitas tambang ilegal lainnya?.

“Apa hanya tambang ilegal tertentu saja yang di tindak. Sedangkan yang lain dibiarkan karena ada alasan tertentu?. Kapolri harus konsisten dan tidak tebang pilih dalam menindak tambang ilegal khususnya di wilayah Tabagsel ini utamanya di Kecamatan Angkola Selatan,” ucap Ketua GAPERTA, Steven Ompusunggu. (Rel-HT)