PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Kesenian tanpa batas, kata yang familiar dan pantas disematkan pada kerja keras anak-anak tim Marching Band Padang Lawas Maju saat ini. Kata itu kiranya dapat dijadikan motivasi bagi Marching Band Padang Lawas Maju yang tampil di Festival Taiping.
Sebagai satu satunya perwakilan dari Indonesia, Marching Band Palas besutan Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan dibawah arahan Dedy Humala Siregar ini tampil mempesona pada festival pancaragam belia antar bangsa Taiping Malaysia. Penampilan tersebut akan menjadi kado bersejarah, bagi Kabupaten yang akan merayakan hari jadi ke 18 pada pertengahan Juli ini.
Informasi yang diterima Harian Tabagsel dari Tim Marching Band melalui pesan, bukan saja seni musik yang dibawa ke negeri jiran sana. Budaya dan adat Padang Lawas tentunya diboyong, diperkenalkan, upaya menduniakan daerah yang berslogan ‘Tano Adat Digomgom Ibadat’ ini.
Festival ini berlangsung 12-15 Juni. Sejak dibuka, para peserta kesenian pancaragam mengawali dengan pawai arak-arakan. Tentu saja Marching Band Palas Maju ikut serta di Pawai itu.
Lalu giat dilanjutkan dengan penampilan masing-masing tim marching band. Gema semangat Merah Putih, sangat memukau penonton dan pengunjung saat Tim Padang Lawas tampil.
Sejumlah otoritas setempat seperti anggota parlemen Malaysia, Wong Kah Woh, Walikota Taiping, Tuan Mohamed Akmal bin Dahalan, Ketua Majelis Rakyat Kota Taiping yang menghadiri festival tersebut turut mengapresiasi keikutsertaan tim Marching Band Palas Maju mewakili Indonesia. Dengan begitu, ajang tahunan ini naik satu level.
“Terima kasih banyak atas tim yang hadir, festival ini sudah naik tahap pada level yang lebih tinggi. Saya percaya bahwa masukan masukan, boleh belajar satu sama lain,” ungkap Wong dalam sesi wawancara menanggapi penampilan Marching Band Padang Lawas Maju, pada Festival ini, yang turut diramaikan dengan tagar #DuniaKeTaiping dan #TaipingKeMataDunia tersebut. (Parningotan Aritonang-HT)
