MEDAN — Danau Toba, salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Nasional, terus mendapat sorotan dari legislatif.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, atas keseriusannya mengembangkan kawasan wisata ikonik ini sekaligus mendukung penyelenggaraan event nasional dan internasional di Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Evita di sela-sela kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Medan, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, Pemprov Sumut menunjukkan komitmen kuat menjadikan Danau Toba sebagai destinasi kebanggaan Indonesia, sejajar dengan Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.

Di balik pujian itu, Evita menyoroti satu tantangan klasik yang masih menghantui: konektivitas.

“Saya rasa Pemda Sumut cukup serius. Tapi kita harus jujur, persoalan utama adalah masih kurangnya penerbangan yang melayani kawasan ini,” ujarnya tegas.

Ia menilai infrastruktur fisik di sekitar Danau Toba sudah semakin baik. Namun, aksesibilitas yang mudah dan ketersediaan transportasi udara menjadi faktor kunci untuk menarik investor dan wisatawan.

“Investasi biasanya masuk ketika seluruh kebutuhan pendukung tersedia. Konektivitas ini yang masih menjadi kelemahan dan harus diperkuat,” katanya.

Pemerintah pun bergerak cepat. Pesawat amfibi (seaplane) ditargetkan beroperasi komersial di Danau Toba pada 2026.

Bobby Nasution bahkan telah menjajal langsung penerbangan perdana moda transportasi ini. “Samosir adalah pulau, maka konektivitas akan dibuka selebar-lebarnya, ada jalur darat, danau, dan jalur udara,” ujar Bobby.