MEDAN – Di tengah ancaman darurat narkoba yang mengincar lebih dari 4 juta jiwa anak bangsa dan judi online yang menguras Rp13,9 triliun dari kantong masyarakat, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melontarkan seruan yang menggetarkan.

Minggu malam (12/7/2026) di Hotel JW Marriott, Medan, Bobby Nasution tak sekadar membuka Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) GP Nasdem Sumut.

Di hadapan ratusan kader, ia menitipkan amanat besar: nasionalisme adalah tameng, dan perang melawan narkoba serta judi online adalah medan juang yang tak bisa ditawar.

Dengan senyum khasnya, Bobby membuka sambutan dengan kalimat yang mencairkan suasana “Jadi kalau Nasdem ini rindu ke saya, maka saya tiga kali rindunya bertemu dengan GP Nasdem.”

Bukan sekadar basa-basi. Pernyataan itu lahir dari sejarah pribadinya. Sebelum dilantik sebagai gubernur termuda Indonesia di usia 33 tahun, sebelum bergabung dengan Partai Gerindra Bobby adalah kader GP Nasdem. Ia pernah aktif di organisasi pemuda ini saat masih berstatus mahasiswa.

Kini, di usia ke-15 GP Nasdem, ia kembali ke “rumah” dengan membawa pesan yang lebih dari sekadar nostalgia.

Bobby mengajak kader GP Nasdem meneladani pemuda Iran yang di tengah tekanan ekonomi puluhan tahun tetap teguh menjaga negara.

“Mereka tidak terlibat tawuran, tidak narkoba. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan demi menjaga negaranya,” ujarnya.