NIAS SELATAN — Sejarah ribuan tahun dan tradisi heroik Nias Selatan tiba-tiba melambung ke panggung diplomasi internasional.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, membawa Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, menyusuri situs megalitikum kuno Tete Gowo serta menyaksikan langsung atraksi lompat batu (Fahombo) di Desa Bawomataluo, kemarin.
Kunjungan ini bukan sekadar tur wisata, melainkan tindak lanjut nyata dari kesepakatan kerja sama budaya antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Kami sampaikan, mau enggak Pak Dubes sekaligus datang ke Nias? Kebetulan juga hari ini Pak Presiden Prabowo dengan Presiden Macron punya kesepakatan kerja sama, khususnya juga di bidang budaya,” ujar Bobby.
Perjalanan budaya dimulai dari Situs Megalit Tete Gowo di Desa Hili Sao’oto, Kecamatan Sidua’ori. Situs ini dipercaya telah berdiri selama 2.500 hingga 5.000 tahun lebih tua dari banyak peradaban besar dunia.Di atas bukit terjal setinggi 270 meter, hampir 100 batu megalitik tersusun dalam bentuk tugu, bundar, dan persegi menyerupai meja yang diyakini sebagai warisan leluhur Nias.
