NIAS SELATAN — Ada cerita yang tak terduga di balik hiruk-pikuk kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, ke Kepulauan Nias.
Sebuah pertemuan singkat di halaman Puskesmas Lagundri pada Sabtu (18/7/2026) justru mengubah nasib seorang perempuan yang telah 11 tahun lamanya berjuang melawan tumor ganas di lengan kirinya.
Inilah kisah Padimasi Ziraluo, warga Nias Selatan yang nyaris terlupakan di tengah keterbatasan akses kesehatan, sebelum akhirnya mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Provinsi Sumatera Utara.
Saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di halaman Puskesmas Lagundri, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (18/7/2026), Bobby Nasution bertemu langsung dengan Padimasi Ziraluo yang terbaring lemah.
Melihat kondisinya yang mengkhawatirkan tumor di lengannya terus membesar dan kian menyakitkan Gubernur yang akrab disapa Bobby itu tak tinggal diam.
Tanpa banyak kata, ia langsung memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut untuk segera membawa pasien ke Medan guna menjalani operasi.
“Ibu tidak usah pikirkan makan, biaya, yang lain, kita akan obati, ibu fokus pengobatannya, kita akan segera bawa ke Medan untuk segera dioperasi,” kata Bobby Nasution dengan tegas namun penuh empati.
Padimasi Ziraluo, yang sudah 11 tahun menderita tumor ganas di lengannya, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih, mudah-mudahan cepat bisa diobati, sudah 11 tahun ini dan terus makin besar dan semakin sakit,” ucap Padimasi dengan suara bergetar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memastikan seluruh biaya pengobatan dan operasi Padimasi akan ditanggung hingga proses penanganan selesai di Rumah Sakit Umum Haji Medan.
Aksi cepat Bobby Nasution bukanlah sekadar spontanitas seorang pemimpin. Ini adalah cerminan dari komitmen kebijakan kesehatan yang telah ia bangun sejak awal masa jabatannya.
Diketahui, belum genap setahun memimpin, Gubernur termuda di Indonesia ini berhasil merealisasikan program berobat gratis (Probis) bagi warga Sumut melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
Kebijakan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Bahkan, DPR RI pun mengapresiasi terobosan ini dan menilai Sumut berpotensi menjadi role model provinsi dengan sistem kesehatan universal yang merata dan berkeadilan.
Kehadiran Bobby Nasution di Nias Selatan bukan tanpa alasan. Kabupaten ini termasuk dalam kategori daerah Tertinggal, Terluar, dan Termiskin (3T).
Akses kesehatan di wilayah kepulauan ini masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan tenaga medis spesialis hingga infrastruktur yang belum memadai.
