PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Kericuhan yang terjadi di sebuah angkringan di Jalan Merdeka, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Selasa (28/7/2026) dini hari, memasuki babak baru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemilik angkringan dan warga sekitar, para terduga pelaku disebut merupakan bagian dari kelompok sepeda motor yang diduga kerap membuat keributan di sejumlah kawasan Kota Padangsidimpuan.

Meski demikian, informasi mengenai identitas kelompok, rekam jejak, serta keterlibatan mereka dalam kejadian lain masih memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Pemilik angkringan, Mukti Harahap, mengatakan dirinya memperoleh informasi bahwa orang-orang yang datang ke tempat usahanya diduga merupakan kelompok pemuda bermotor yang sering membuat onar pada malam hingga dini hari.

“Kami mendapat informasi bahwa mereka diduga kelompok sepeda motor yang sering membuat keributan di sekitar Kota Padangsidimpuan. Kami berharap polisi menelusuri informasi itu dan mengusutnya sampai tuntas,” ujar Mukti.

Mukti menjelaskan, kejadian bermula ketika tiga orang pemuda datang menggunakan sepeda motor saat para pekerja sedang bersiap menutup angkringan.

Ketiga pemuda tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Mereka kemudian melontarkan kata-kata kasar dan bernada intimidasi kepada salah seorang pekerja.

Menurut Mukti, pihak angkringan tidak mengenal ketiga pemuda itu dan tidak pernah memiliki persoalan sebelumnya.

“Kami tidak mengenal mereka dan tidak pernah punya masalah. Tiba-tiba mereka datang dan berkata kasar kepada pekerja kami,” katanya.

Setelah sempat ditegur, ketiga pemuda tersebut meninggalkan lokasi. Para pekerja lalu kembali melanjutkan aktivitas membereskan peralatan dan menutup tempat usaha.

Sekitar setengah jam kemudian, kelompok tersebut diduga kembali dengan jumlah yang lebih banyak.

Mukti memperkirakan sekitar lima orang datang menggunakan beberapa sepeda motor. Salah seorang disebut membawa senjata tajam, sementara beberapa lainnya membawa batu.

“Kemudian mereka datang lagi dengan jumlah lebih banyak. Salah seorang membawa senjata tajam dan yang lainnya membawa batu. Saat itu suasana langsung mencekam,” ungkap Mukti.

Sejumlah pekerja dan warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri.

Dalam kericuhan tersebut, seorang pelanggan bernama Reza Azhari (24) mengalami luka bacok pada bagian samping pinggang sebelah kiri.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan dan mendapatkan penanganan medis berupa sekitar 25 jahitan.

Selain menyebabkan korban luka, kericuhan tersebut juga mengakibatkan fasilitas angkringan mengalami kerusakan berat.

Mukti menyebut satu unit mesin espresso, mesin penggiling atau blender kopi, serta sejumlah perlengkapan usaha lainnya mengalami kerusakan.

Dua tabung gas dan beberapa barang juga dilaporkan hilang. Salah seorang pekerja disebut melihat seseorang mengangkat tabung gas dari sekitar lokasi.

“Semua fasilitas angkringan kami rusak berat. Mesin espresso, penggiling kopi, serta perlengkapan lainnya rusak dan berantakan. Dua tabung gas juga hilang,” ujar Mukti.

Ia menduga telah terjadi pengambilan barang saat kericuhan berlangsung. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan saksi, dokumentasi kerusakan, daftar barang hilang, dan alat bukti lainnya.

Mukti berharap polisi tidak hanya mengusut dugaan pembacokan, pengeroyokan, perusakan, dan pengambilan barang, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterkaitan para terduga pelaku dengan kelompok sepeda motor yang disebut sering meresahkan masyarakat.

Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, diperlukan tindakan tegas dan berkelanjutan untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami meminta polisi menelusuri siapa mereka dan apakah benar sering membuat keributan. Jangan sampai pelaku usaha dan masyarakat terus merasa tidak aman,” tegasnya.

Ia juga berharap patroli malam ditingkatkan di kawasan Jalan Merdeka dan sejumlah titik keramaian lainnya.

Setelah menerima laporan sekitar pukul 02.20 WIB, personel gabungan Polres Padangsidimpuan bergerak menuju lokasi dan melakukan pengejaran.

Sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut berhasil diamankan. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam kericuhan.

Seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Polres Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak, termasuk siapa yang membawa dan menggunakan senjata tajam, melakukan kekerasan, merusak fasilitas, serta mengambil barang milik angkringan.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai keterkaitan orang-orang yang diamankan dengan kelompok sepeda motor tertentu maupun kejadian-kejadian sebelumnya.

Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan menyerahkan proses pembuktian kepada penyidik. (Sabar Sitompul-HT)