PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Sempat viral di Media sosial (Medsos), dimana salah satu warga masyarakat Kota Padangsidimpuan tiba-tiba melabrak acara rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) antara DPRD Kota Padangsidimpuan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang berlangsung di Hotel Grand Antares, Medan.
Dalam postingan tersebut dengan mengatasnamakan LSM Penjara, pria yang dikenal merupakan orang dekat Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe itu mengatakan, saat ini dirinya lagi berada di Hotel Grand Antares, dan didepan sana ada spanduk bertuliskan “Selamat Datang Peserta Rapat Bapemperda.”
Selanjutnya pria yang juga dikenal merupakan pemborong ‘Letnan’ itu juga menyampaikan dengan kata, apa tidak ada rupanya gedung DPRD ataukah bangunan kantor DPRD kurang bagus sehingga rapat Bapemperda harus dilaksanakan di Kota Medan apalagi saat ini kita lagi efisiensi anggaran.
Tidak itu saja pria itu juga menyinggung terkait urgensinya dilakukan rapat di Kota Medan, padahal banyak tempat ataupun hotel yang lengkap dengan fasilitasnya di Padangsidimpuan. Dan dengan dipaksakannya rapat di Kota Medan ini tentunya membuat tanda tanya.
“Apakah ini ada hubungannya dengan Renja atau dengan kata lain Rencana jahat,” ucap pria itu di lokasi acara yang ditandai sebagian peserta acara Bapemperda ini terlihat menutup wajahnya saat disorot kamera.
Disesi berikutnya, dihadapan kamera, pria itu juga menyampaikan bahwa inilah tandanya OPD Kota Padangsidimpuan yang bermental koruptor sehingga mau diajak Legislatif untuk melakukan rapat di Kota Medan ini.
“Padahal pembahasan masalah Kota Padangsidimpuan dan kenapa harus dilaksanakan di Kota Medan ini yang kita nilai merupakan pemborosan,” jelasnya.
Namun aksi pria yang diketahui bernama Saut Harahap itu justru mendapatkan cemoohan, karena diduga apa yang dilakukannya adalah merupakan bagian dari drama Wali Kota untuk mencitrakan Wali Kota tidak terlibat sama sekali dalam proses Bamperda tersebut.
“Banyak kali gaya si Saut ini. Macam tak tau saja orang siapa dia. Kuat dugaan dia itu disuruh Wali Kota untuk meributi acara Bamperda itu biar kesannya Wali Kota bersih,” ucap warga Padangsdimpuan, Rahmat Nasution dengan mimik wajah merasa jijik.
Ditempat terpisah,. kegiatan rapat Bapemperda antara Legislatif dan Eksekutif Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang berlangsung di Hotel Grand Antares (Medan) ini tentunya bertolak belakang dengan surat himbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan terkait dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Didalam surat himbauan dengan nomor : 900.1.13. 1/ 252 / 2026 ini berupa bentuk himbauan kepada ASN dalam peningkatan kepatuhan pembayaran Pajak Kenderaan Bermotor ( PKB) dan Opsen PKB di lingkungan pemerintah Kota Padangsidimpuan.
Selanjutnya, didalam surat himbauan ini terlihat ada 4 point diantaranya :
1. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PPPK dilingkungan pemerintah Kota Padangsidimpuan wajib menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam hal kepatuhan pemenuhan kewajiban pembayaran pajak daerah.
2. Kewajiban pembayaran pajak daerah yang dimaksud meliputi penyelesaian pembayaran PKB dan open PKB kenderaan pribumi tahun berjalan sebelum jatuh tempo.
3. Diminta kepada pimpinan perangkat daerah se – Kota Padangsidimpuan agar melakukan monitoring,. pendataan dan memastikan seluruh ASN dilingkungan kerjanya setelah melunasi kewajiban pajak kendaraan.
4. Bukti pembayaran PKB 2026 sebagai salah satu syarat pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS dan PPPK. (Rahmat Efendi Nasution-HT)
