PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com– Jelang Pemilukada ini, Partai Golongan Karya masih jadi primadona. Banyak bakal calon yang berebut dukungan dari partai berlambang pohon Beringin ini. Nyaris di setiap daerah, para bakal calon masih berharap pinangan partai pemenang kedua ini. Tak terkecuali di Padang Lawas.
Memang, pendaftaran masih akan dibuka 27 Agustus ini di KPU. Waktu yang semakin dekat itu, semakin seru dinantikan. Siapa yang akan diusung Beringin.
Sejak awal, surat tugas diturunkan DPP terhadap Dua nama. Nama H Sarmadan Hasibuan dan Amran Pikal Siregar.
Kedua nama ini, tentu punya penilaian lebih, hingga Golkar Pede mengeluarkan surat tugas.
Sosok keduanya, sudah barang tentu dikenal. Track record mumpuni. Satu mantan pejabat teras Pemprovsu, yang sudah melanglang buana memimpin di Tapsel dan Padangsidimpuan.
Satu lainnya kader militan Golkar, Ketua DPRD Padang Lawas, dan sudah Tiga Periode berhasil duduk di Parlemen Padang Lawas.
Apakah pilihan itu jatuh pada kedua sosok ini. Muncul berbagai opsi.
Sebab, ada bakal calon lain yang terus menerus memikat, berharap pinangan partai Kuning ini. Dari luar kader.
Sejauh ini, perbincangan tidak lepas dari Tiga Bakal Calon. Ahmad Zarnawi Pasaribu, petahana, yang rencananya berpasangan dengan Ifdal Hasayangan Harahap. Putra TSO, mantan Bupati Padang Lawas Dua Periode.
Lalu Putra Mahkota Alam Hasibuan, yang sejak lama balihonya menyebar, berpasangan dengan Achmad Fauzan Nasution, PNS di Kabupaten Padang Lawas, yang sudah mengundurkan diri dari Jabatan Kepala Dinas Sosial. Mungkin dampak pencalonan ini.
Kemudian H Sarmadan Hasibuan. Sempat digadang-gadang berpasangan dengan putra TSO itu, Ifdal. Disebut masih punya kans.
Belakangan bubar. Sarmadan redup, tak pernah terdengar muncul lagi, sekedar bersua dengan orang partai, pun dengan tokoh di padang lawas.
Hingga hanya tinggal Dua nama yang bersaing, katanya dibahas di warung dan medsos. Pasangan AZP-Ifdal dan pasangan PMA-AFN.
Eh kemarin desakan akar rumput partai Golkar lewat Rapat Pleno Diperluas, sepertinya tidak Ridho.
Jika kader mereka tidak andil di Pilkada 2024 ini. Terlebih, sejak Padang Lawas berdiri, Golkar selalu menang mengusung Bupati dan Wakil Bupati. Masa nggak ikut?
Muncul Tiga nama Kader yang diusulkan. Terserah, mau nomor satu, atau jadi wakil.
Pilihan ini diyakini akan berat. Dan akan mengorbankan lainnya.
Diprediksi, Golkar akan ngotot setidaknya wakil dari mereka. Yang ngebet saat ini, tampaknya PMA. Bahkan sudah bertemu dengan Ketum Airlangga Hartarto.
Jika PMA memang tetap keukeuh harus bersama Golkar. Siap-siap menggeser Achmad Fauzan Nasution dari wakilnya.
Pilihannya, antara Tiga nama kader Golkar itu.
Namun jika tidak berani menggeser AFN, pupus. PMA harus rela mengurungkan niat bersama Golkar. Jangan harap, bahasa warung kopinya.
Disisi AZP yang sudah santer berpasangan dengan Ifdal juga akan terancam. AZP diyakini tidak akan menerima, jika Ifdal tidak berhasil mengunci dukungan Golkar.
AZP akan memilih wakil lain, berdiri sendiri bersama Partai Gerindra, dengan 6 Kursinya. Kembali ke belakang sebelumnya, yang sudah menjalin komunikasi.
Ada pilihan H Syafaruddin Hasibuan, Ketua NU Padang Lawas. Dan H Fahmi Anwar Nasution, Ketua DPC PKB, Tiga periode sudah menjadi Anggota DPRD.
Tapi, jangan mengkesampingkan Sarmadan. Bisa jadi Golkar juga berdiri bersama Sarmadan, yang tentu saja sudah mendapat surat tugas sebelumnya.
Dengan jaminan, pilihan wakil dari Tiga nama yang diusulkan. Lalu tinggal berkoalisi dengan partai lainnya. Bisa jadi dengan Nasdem, Hanura.
Mengingat hubungan yang tak terbantahkan dari kedua partai ini. Baik itu Sarmadan dengan Hanura, atau kans-nya TSO dengan Nasdem.
Apakah akan terjadi Tiga pasangan?
Siapakah yang akan dinaungi Beringin?. (tan)


