PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com- Kurun waktu sebulan ini, Dua kebakaran rumah warga terjadi di Kecamatan Sosa Julu. Pertama di Desa Sungai Jior yang terjadi 11 Agustus 2024 lalu.

Dua rumah rata terbakar api saat kejadian 11 Agustus sekira pukul 04.00 WIB Subuh itu. Korban pertama, rumah milik Abidan Pasaribu, selaku Kepala Desa Sungai Jior tersebut.

Korban kedua, Rumah permanen milik Almarhum Syaripuddin Pasaribu dengan ahli waris Saddirin Pasaribu, tetangga dan masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa.

Rumah dan isinya turut habis terbakar. Diperkirakan kerugiannya mencapai Rp750 Juta.

Lalu peristiwa kebakaran disusul kembali terjadi, Jumat (23/8) malam sekira pukul 22.00 WIB, di Desa Roburan Kecamatan yang sama. Lagi-lagi 2 Rumah yang habis terbakar. Bersamaan hujan deras melanda hampir seluruh daerah Padang Lawas.

Korbannya, pertama atas nama H Kari Uhum Lubis, Kedua korban rumah milik Andolan Pasaribu.

Kronologis kejadiannya, menurut informasi yang diterima Harian Tabagsel, timbul api di rumah H Kari Lubis yang diduga akibat arus pendek listrik. Dan merembes ke rumah Andolan Pasaribu.

Rumah H Kari Uhum Lubis ludes terbakar, sedang rumah Andolan Pasaribu sempat dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiw itu. Hanya saja kerugian ditaksir Rp.480.000.000,- dari kedua rumah.

2 unit mobil Damkar dari Satpol PP dan Damkar turut diterjunkan memadamkan api.

Kapolsek Sosa, Iptu Mulyadi yang dihubungi membenarkan peristiwa kebakaran sudah 2 kali terjadi dalam kurun bulan Agustus ini. Dalam penyelidikan pihaknya, hanya masih sebatas korsleting listrik, baik kejadian pertama atau kedua.

Disinggung keterlibatan pihak PLN untuk memastikan kebakaran akibat korsleting, Mulyadi mengaku masih tahap penyelidikan.

“Tapi untuk yang baru terjadi ini, anggota masih melakukan olah TKP,” kata Kaposek Sosa.

Sementara Edi Sinaga selaku pihak PLN ULP Sibuhuan mengatakan laporan ke PLN hanya sebatas mengkondisikan arus listrik saat kejadian. Sebaliknya kembali memulihkan pasca kebakaran.

“Kalau soal sebab akibat dibilang korsleting, tidak ada Kami dilibatkan. Kecuali memang dibutuhkan nanti berdasarkan permintaan polisi untuk memastikan penyebab kebakaran itu, baru Kami turun. Sampai sekarang tidak ada,” sebut Edi Sinaga. (tan)