PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com– Kepala Puskesmas Padang Garugur, Juliana Hasibuan diduga memintai uang tanda tangan sebesar Rp200 Ribu per orang kepada Honor tenaga kesehatan. Uang itu sebagai timbal balik dikeluarkannya surat pengalaman kerja, sebagai syarat PPPK.
Informasi yang diterima Harian Tabagsel, Selasa (16/10) dari Holid Mulia Daulay, anggota DPRD Padang Lawas menyebutkan dugaan pungli ini terungkap saat para honor puskesmas itu datang ke rumahnya. Para honor tenaga kesehatan itu mengadukan persoalan itu, guna ditindak lanjuti.
Dari cerita honor, uang Rp200 itu sebagai jasa kepala puskesmas untuk menandatangi surat pengalaman kerja, syarat mengikuti seleksi PPPK tenaga Kesehatan. Dimana formasi PPPK 2024 ini ada 46 tenaga kesehatan yang akan diterima. Tawaran Rp200 Ribu bahkan sempat turun menjadi Rp150 Ribu per orang.
Dugaan upaya pungli ini, ternyata kepala Puskesmas diduga tidak sendirian. Kapus bersekongkol dengan bendahara BOK, Ramona Siregar.
Bahkan, melalui Ramona Siregar ini pernah meminta perpanjangan SK kepada Dokter Siti Umrah sebesar Rp280 Ribu. Dokter tersebut merupakan istri dari Holid Mulia Daulay, anggota DPRD Padang Lawas.
Perhari ini, bahkan sudah sempat para honor itu mempersiapkan amplop Rp50 Ribu, sebagai tanda terima kasih, berharap surat pengalaman kerja itu dikeluarkan.
Namun tidak diterima. Hingga akhirnya para honor tenaga kesehatan itu mengadu ke rumah anggota DPRD, tidak jauh dari Puskesmas Padang Garugur.
“Ini baru terungkap, artinya nggak beres lagi Kapus sama bendahara ini. Banyak pungli. Apalagi ini mau ada seleksi PPPK, masa diminta Rp200 ribu, lalu turun Rp150 ribu. Bahkan istri saya untuk perpanjangan SK, diminta Rp280 Ribu beberapa waktu lalu,” tukas Holid Daulay.
Sementara Juliana Hasibuan yang dikonfirmasi membantah kutipan itu. Katanya, hingga detik ini belum ada menerima uang dari 22 tenaga honor tersebut.
Juliana tidak menyebutkan dasar kutipan itu. Hanya saja Juliana menekankan, surat pengalaman kerja yang dimaksud mengacu pada tingkat kehadiran para honor. Dan tidak satupun yang dikeluarkan surat, sebelum ada transaksi.
“Sampai saat ini tidak ada saya menerima uang, siapa yang bilang. Itu kan (surat pengalaman kerja) berdasarkan kehadiran mereka itu. Tapi mereka tidak mau, ya sudah saya bilang. Saya mau berangkat ke Pekan Baru saya bilang kemarin sama mereka, makanya ini lah sedang berada di Pekan Baru karena ada saudara sakit keras,” jelas Juliana lewat telepon. (tan)


