PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padang Lawas menggelar giat sosialisasi netralitas ASN, Selasa (22/10) di Aula Hotel Samsiah Sibuhuan. Giat ini tidak lebih guna mengingatkan aturan dan sanksi bagi ASN, dan larangan keberpihakan.
Koordinator Sekretariat Bawaslu, Erwin Saleh Siregar dalam laporannya menyebutkan tujuan kegiatan ini berkenaan netralitas ASN dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur dan Bupati-Wakil Bupati 2024 ini. Yang tentunya tidak ada keberpihakan terhadap calon tertentu.
“Sehingga amanah peraturan terlaksana dengan baik khususnya di Kabupaten Padang Lawas,” sebut Erwin.
Ketua Bawaslu Alex Sabar Nasution turut menegaskan cerminan demokrasi yang baik itu termasuk netralitas ASN. Melalui giat sosialisasi yang mengundang Kajari Sinrang SH MH dan Kapolres AKBP Diari Astetika SIK ini, diharapkan dapat lebih memberikan batasan-batasan terhadap ASN Padang Lawas.
“Termasuk koordinasi kami dengan Pj Bupati agar senantiasa mengingatkan soal netralitas ASN,” kata Alex sekaligus membuka giat tersebut.
Sayang acara yang dipersiapkan Bawaslu ini tidak dihadiri Pj Bupati Ir Ardan Noor dan Sekda Arpan Nasution. Hanya diperwakilkan kepada Asisten I H Panguhum Nasution.
Sementara undangan Bawaslu diarahkan terhadap pimpinan OPD dan para camat.
Amatan Harian Tabagsel, tidak semua pimpinan OPD berhadir. Begitu juga Camat, dari 17 kecamatan terdapat 1 camat yang tidak hadir.
“Jangan ASN kita sampai terjadi seperti kejadian di Tapteng. Sebanyak 6 kepala sekolah di nonaktifkan karena terlibat berpolitik,” tegas Panguhum dalam sambutannya.
Disitu tentu saja Kapolres mengingatkan ASN untuk tidak ikut serta mengkampanyekan paslon. Terlebih ikut-ikutan berfoto dengan jargon atau simbol-simbol yang menguntungkan salah satu calon.
“Simbol tangan atau gerakan itu kan ada yang menandakan jargon paslon. Dan itu tidak boleh,” ujar AKBP Diari.
Dikesempatan itu Kajari Sinrang SH MH turut menerangkan akan sanksi pidana terhadap netralitas ASN. Tentunya aparatur itu sendiri akan merasakan apa yang dilakukan.
“Apakah saya ini sudah netral atau berpihak, itu bisa kita rasakan sendiri sebagai aparatur,” ucap Sinrang SH MH. (tan)


