PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com– Pelatihan berbasis kompetensi menjahit pakaian dasar dan wanita di balai latihan kerja komunitas pondok pesantren Ruhul Islam Sialambue Kecamatan Barumun resmi ditutup, Selasa (17/12). Sebanyak 16 peserta pelatihan angkatan V ini sudah mengikuti proses pelatihan selama sebulan, persisnya 26 hari.

Idrisman Mendefa, berharap kepada 16 peserta mendapat manfaat selama pelatihan. Sehingga mampu berdikari dan membuat lapangan kerja baru.

Dan tentunya, kepada alumni peserta pelatihan juga dapat menjaga adab dan attitude. Dimana pakaian muslim yang dominan dibuat selama pelatihan.

“Saya berharap 16 alumni pelatihan ini dapat mengurangi pengangguran. Keluar dari sini lebih bisa membuat inovasi dan ide-ide baru, dengan gaya dan design baru. Sekali lagi Kami ucapkan selamat dan sudah menjadi tenaga kerja yang berkompeten,” kata Kabid pelatihan kerja Dinas Tenaga Kerja Pemkab Padang Lawas ini.

Kasi Pakis Kantor Kemenag Padang Lawas Saut Martua Lubis SPd turut menyampaikan kesempatan ini jangan sampai disia-siakan, begitu selesai. Apalagi sudah dilatih dari Nol sampai bisa mandiri menjahit pakaian pria dan wanita.

“Mari senantiasa Kita berlomba-lomba membuat kebaikan, dan terus meningkatkan kualitas. Sehingga bisa lebih bermanfaat bagi hidup dan masyarakat lingkungan Kita,” sebut Saut.

Hadir di kesempatan itu pimpinan Pondok Pesantren Ruhul Islam Misbah Fuadi Hasibuan SPd, Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Kabupaten Padang Lawas, H Fauzan Hamidi Hasibuan SPd. Hadir juga Pengawas Madrasah Kemenag, H Darwin Siregar dan staf Kemenag H Isnan Rosadi Hasibuan. Momen penutupan pelatihan itu juga dirangkai dengan pemberian sertifikat kepada para peserta.

Tampaknya juga hasil jahitan peserta dipajang di BLKK Ruhul Islam tersebut. Busana wanita dan pria ada tergantung rapi. (tan)