PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE mengusulkan pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Padang Lawas ke Pemerintah Pusat.

Usulan melalui Dinas Sosial terhadap Kementerian Sosial RI ini disampaikan di acara sosialisasi dan koordinasi pembentukan sekolah rakyat, Jumat (11/4) kemarin di Medan, yang dihadiri langsung Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Iful), dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Acara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utata itu turut dirangkai dengan dialog pilar-pilar sosial.

Hadir disitu mewakili Bupati, asisten I, Panguhum Nasution, didampingi Kadis Sosial, Damhuri Hasibuan, Kadis Pendidikan, M Sahdin Daulay, dan Kepala Bapperinda Kabupaten Padang Lawas, Triyanta Hadil Khoiri.

Kepada Harian Tabagsel, Damhuri menyebutkan Pemkab Padang Lawas telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah itu seluas 10 Hektar.

Pengusulan ini merupakan respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Padang Lawas untuk mendukung asta cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Dan diharapkan dari terbangunnya nanti sekolah rakyat ini bisa membantu peningkatan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Padang Lawas,” jelas Kadis Sosial.

Rencana pembangunan awal ini nantinya diharapkan dapat sekaligus terealisasi. Mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Untuk jenjang Sekolah Dasar 6 ruangan kelas, Sekolah Menengah Pertama 3 ruangan kelas dan untuk Menengah Atas 3 ruangan kelas. Sehingga berjumlah 12 ruangan kelas dan ditambah sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti asrama siswa, perumahan guru, sarana ibadah, olah raga dan lainnya,” paparnya.

Rancangan sekolah rakyat itu juga nantinya akan menyasar siswa dari keluarga harapan. Dan tentu saja dengan tanpa biaya, alias sekolah gratis.

“Untuk calon peserta siswa yang direkrut dari daftar yang ada di dalam program keluarga harapan. Rencana biaya seluruhnya gratis karena sudah dianggarkan dari kementerian sosial, mulai dari pakaian, sepatu, tas, alat tulis, makan, minum, asrama dan sebagainya. Dan rencananya, tahap awal penerimaan murid baru setiap tingkatannya sebanyak 25 orang. Untuk itu Kami berharap dukungan semua pihak, mari kita doakan bersama semoga rencana dan usulan baik ini sesegara mungkin direalisasikan pemerintah pusat,” tandas Damhuri. (Parningotan Aritonang)